Ekonomi tahun ini tergantung belanja pemerintah

Tahun ini pemerintah dan DPR menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,8 persen.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Ekonomi tahun ini tergantung belanja pemerintah
pelantikan cpns. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Bank Indonesia menilai laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan sangat bergantung pada pengeluaran pemerintah. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu mencapai 6,23 persen saja.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution meminta pemerintah menggenjot konsumsinya. "Salah satu yang membuat pertumbuhan kuartal IV itu tidak terlalu bagus itu konsumsi pemerintah. Jadi konsumsi pemerintah bukannya positif seperti yang kita perkirakan malah pertumbuhannya negatif," kata Darmin di Gedung Bank Indonesia, Jumat (8/2).

Kuartal IV tahun lalu, menurut Darmin, termasuk kuartal dengan pertumbuhan yang agak rendah. Semula, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2012 bisa mencapai 6,3 persen. Namun perkiraan tersebut meleset ke angka 6,23 persen.

"Kita waktu itu mengatakan 6,3 persen, yang terjadi adalah 6,23 persen. Ya tipis lah bedanya," kata Darmin. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi pemerintah justru negatif 3,34 persen pada kuartal IV tahun 2012. Hal ini akibat kurangnya penyerapan anggaran oleh pemerintah.

Hal lain yang berkontribusi terhadap rendahnya pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2012, lanjut Darmin, adalah defisit neraca perdagangan. Besarnya defisit tersebut disebabkan defisitnya transaksi berjalan akibat impor minyak.

"Yang dilihat tidak terlalu positif oleh pasar bukan level defisitnya, tapi kualitas defisitnya. Ya kalau itu melulu defisit karena impor barang modal dan bahan penolong, mungkin kualitasnya juga ada hal lain di luar itu," tuturnya.

Tahun ini, pemerintah dan DPR telah sepakat untuk menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,8 persen. Target ini lebih tinggi dibanding target revisi tahun lalu yaitu 6,5 persen.

Rekomendasi