Setiap pengguna mobil listrik idealnya menjalani latihan atau training terlebih dahulu. Danet Suryatama, sang pencipta mobil listrik Tucuxi menilai, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah melakukan kesalahan fatal saat uji coba mobil tersebut hingga akhirnya mengalami kecelakaan.
"Meski Tucuxi sudah dilengkapi dengan high performance brake modules di depan dan belakang yang kompeten dari Wildwood Engineering Inc., USA, melakukan pengereman dengan hanya rem kaki, apalagi dengan menginjak rem secara keras dan terus-menerus ketika menuruni pegunungan adalah tindakan fatal," ungkap Danet melalui keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Minggu (13/1).
Jika rem diinjak secara keras dan terus menerus akan berakibat terbakarnya rem dan akhirnya kehilangan daya cengkram.
Danet mengaku, pihaknya tidak sempat memberikan pelatihan untuk uji coba Tucuxi karena sudah dia sudah terlanjur 'disingkirkan' oleh Dahlan Iskan.
"Tidak ada kesempatan bagi kami memberikan training ke calon pengendara, dalam hal ini Pak Dahlan untuk lebih mengenali Tucuxi," jelasnya.
Dia mengakui bahwa mobil listrik Tucuxi adalah sebuah prototype kendaraan pertama yang harus menjalani uji coba dahulu secara matang sebelum dipergunakan ke mana-mana dan di arena yang sulit.
Danet dan tim mengaku sudah mengatur jadwal uji kendaraan. Tapi semua belum sempat terwujud karena Dahlan memilih menggunakan jasa Kupu-Kupu Malam untuk menyempurnakan mobil yang menghabiskan dana Rp 3 miliar tersebut.
"Banyak rencana yang ingin kami wujudkan dengan Tucuxi, proper uji coba, sertifikasi, proper serah terima, training bagi pengendara, formal launching layaknya produksi mobil. Semua rencana itu punah dengan disingkirkannya kami," tutupnya.