Di tengah belum jelasnya kelanjutan proyek monorail Jakarta yang masih alot antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta, aksi ekspansi justru dilakukan oleh Kalla Group.
Perusahaan milik mantan Wakil PresidenJusuf Kalla ini sebentar lagi bakal menguasai saham PT Jakarta Monorail yang selama ini ditunjuk untuk menggarap mega proyek transportasi massal tersebut.
Juru bicara PT Jakarta Monorail Bovanantoo mengatakan, aksi korporasi tersebut akan terealisasi dalam waktu dekat. Kepastian pembelian saham Jakarta Monorail oleh Kalla Group akan ditentukan pada saat rapat umum pemegang saham (RUPS) Jakarta Monorail.
"Memang benar ada keinginan Kalla Group membeli saham Jakarta Monorail dan itu segera dilakukan," ungkap Bovanantoo kepada merdeka.com di Jakarta, Jumat (11/1).
Bovanantoo menyebutkan, saat ini saham Jakarta Monorail masih dikuasai oleh konsorsium PT Indonesia Transit Central (ITC). ITC menguasai 91 persen saham perusahaan tersebut. Sementara sisanya salah satunya dimiliki oleh perusahaan pelat merah, Adhi Karya sebesar 7,65 persen.
Konsorsium ITC terdiri dari tiga perusahaan yakni Adhi Karya, PT Global Profex Sinergy dan PT Radiant Utama. DI ITC, Adhi Karya menjadi penguasa dengan saham sebesar 24,57 persen. Dengan demikian, total saham Adhi Karya di Jakarta Monorail menjadi sekitar 30 persen. Saham Adhi Karya tersebut, kata Bovanantoo yang akan dibeli oleh Kalla Group.
"Mereka berniat menjadi pemilik saham mayoritas. Artinya di atas 50 persen," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, untuk membeli saham Adhi Karya dan menjadi penguasa Jakarta Monorail, Kalla Group minimal harus menyediakan dana segar sebesar Rp 2 triliun. "Karena investasi kita sekitar Rp 7 triliun dan untuk konsorsium butuh equity sekitar 30 persen, jadi kira-kira Rp 2 triliun minimal," jelasnya.
Nama holding Kalla Group sudah cukup terkenal sukses di berbagai bidang. Termasuk di bidang properti dan infrastruktur. Hal itu yang membuat Jakarta Monorail menerima rencana akuisisi tersebut. "Kalau untuk perusahaan swasta sekelas Kalla Group, kami tidak ragu," tegasnya.
Sampai saat ini, Kalla Group telah memiliki delapan divisi dan 21 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha. Bidang usaha tersebut mulai dari otomotif, properti, perkebunan, hingga pusat perbelanjaan atau mal.