Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin

Saham keuangan dan energi adalah dua sektor yang mengalami tekanan paling dalam.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin
Saham. AFP

Usai pemilihan presiden AS dan terpilihnya kembali Barack Hussein Obama sebagai orang nomor satu di AS, fokus perhatian investor kembali ke masalah fiskal dan kondisi ekonomi. Terpilihnya Obama tidak selalu direspon positif di pasar modal.

Dikutip dari Reuters di laman yahoo finance, indeks saham utama Dow Jones terjun bebas lebih dari 300 poin karena kuatnya tekanan jual investor pada perdagangan semalam.

Indeks Dow Jones industri pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup anjlok 312,95 poin atau turun 2,36 persen ke kisaran 12.932. Nasib serupa juga dialami indeks Nasdaq yang terpangkas 74,64 poin atau terkoreksi 2,48 persen menjadi 2.937 dan serta indeks S&P 500 yang juga terjun 33,86 poin atau turun 2,37 persen ke level 1.394.

Saham keuangan dan energi adalah dua sektor yang mengalami tekanan paling dalam. Sektor keuangan terkoreksi 3,5 persen, sektor energi turun 3,1 persen, dan sektor teknologi merosot 2,8 persen.

Kemenangan Obama telah diantisipasi oleh pasar. Pilpres AS dianggap sebagai salah satu masalah ketidakpastian di pasar. Setelah pilpres usai, investor khawatirkan masalah fiskal terutama jika kesepakatan pemangkasan anggaran hingga USD 600 miliar tidak tercapai hingga awal tahun depan.

Anjloknya lantai bursa juga disebabkan kekhawatiran dari kawasan Eropa setelah muncul prediksi bahwa negara-negara kawasan Benua Biru nyaris tidak akan tumbuh tahun depan. Kejatuhan ini merupakan antisipasi tidak tercapainya kesepakatan pembahasan masalah fiskal serta penyesuaian masalah di Eropa.

Saham JPMorgan terjun 5,6 persen menjadi USD 40,46 dan Goldman Sachs terkoreksi 6,6 persen menjadi USD 117,98.

Rekomendasi