Meninggalnya Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group telah menyisakan sejarah bisnis zaman Orde Baru. Sepak terjang Liem dan kerja keras pria kelahiran Fujian ini telah menjadi salah satu bisnis yang masih bertahan di era reformasi ini.
Liem adalah salah satu taipan yang berhasil bertahan dari badai krisis moneter 1998 lalu. Hingga kini, Salim Group masih menggurita di sektor barang konsumsi. Taipan lain yang sama-sama berjuang dengan Liem pada masa Orde Baru adalah Mochtar Riady, Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Eka Tjipta Widjaya.
"Liem adalah salah satu contoh seorang yang sukses membangun kerajaan bisnisnya di Indonesia," ujar pengamat ekonomi UGM, Sri Adiningsih. Paling tidak, lanjut dia, Liem berhasil bertahan dari gelombang krisis moneter dan perusahaan yang ditinggalkannya masih monumental, malah tumbuh berkembang dan semakin maju.
Sri juga sempat memuji Liem sebagai wirausaha yang hebat. "Kalau orang Indonesia mau berusaha keras, bisa seperti itu (seperti Liem)," kata dia. Sri juga menganggap bahwa Liem berhasil mengolah semua sumber daya di sekitar dia menjadi peluang bisnis. "Termasuk kedekatannya dengan penguasa saat itu, Soeharto," kata dia.
"Tapi dia tidak mau menggunakan kedekatan dengan Soeharto itu untuk tujuan negatif. Itulah positifnya," imbuh Sri.
Sri mengaku, langkah Liem untuk ditiru pengusaha masa kini akan semakin berat. Hal ini mengingat kini Indonesia telah menerapkan keterbukaan investasi asing dan transparansi sehingga persaingan bisnis semakin ketat.
"Kalau sekarang persaingan semakin ketat. Tidak mudah untuk menjadi Liem karena adanya keterbukaan pasar global," kata dia.
Menurut pengamat ekonomi orde baru ini, saat ini pengusaha yang patut disandingkan dengan kekuasaan Liem diantaranya adalah Chaerul Tandjung dan Aburizal Bakrie.
"CT yang jelas. Dia sudah mengembangkan bisnisnya menjadi raksasa. Memang dia bergerak di sektor yang tidak banyak pesaing seperti keuangan dan media ya," kata dia.
Dia menekankan bahwa kedua pengusaha tersebut juga dekat penguasa. "Kedekatan dengan penguasa saat itu juga amat penting untuk melancarkan usaha. Jadi memang tidak heran," ujar dia.
Selain itu, terdapat pengusaha muda lain yang berpotensi menjadi Liem baru, dia adalah Sandiaga Uno, pemilik Saratoga Group. Akhir-akhir ini dia telah mengambil alih maskapai yang telah bangkrut, Mandala Airlines. Dia mengembangkan bisnis penerbangan tersebut dengan Tiger Airways untuk memudahkan koneksi penerbangan internasional.
Pada hari Minggu (10/6), Liem telah meninggal dunia di Singapura akibat sakit.