Lesunya pasar modal tak ubah target Manulife

Manulife Aset Manajemen Indonesia menargetkan kenaikan dana kelola 25 persen tahun ini.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Lesunya pasar modal tak ubah target Manulife
investasi uang. merdeka.com/shutterstock

Gejolak pasar saham saat ini diakui mempengaruhi dana kelolaan atau aset under management (AUM) Manulife Aset Manajemen Indonesia. Walaupun demikian perseroan tetap menargetkan kenaikan 25 persen dana kelolaan pada tahun 2012.

"Tahun ini market sangat bergejolak, berpengaruh aset kami, tapi kan investasi bukan jangka pendek. Target AUM akhir tahun ini Rp 45 triliun naik dari Rp 36 triliun tahun lalu," ungkap Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusuma Negoro di Jakarta, Senin (4/6).

Walaupun demikian, dia mengakui fluktuatif pasar telah menurunkan dana produk investasi Reksadana perseroan pada bulan Mei. Pada bulan Mei, investasi Reksadana Manulife turun dari Rp 11 triliun menjadi Rp 10,5 triliun. "Penurunan ini karena pasar saham anjlok ya, bukan karena penarikan, jumlah unitnya masih sama," jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Putut E. Andanawarih menegaskan fluktuatif pasar yang terjadi saat ini bukan hanya di Indonesia dan juga koreksi pasar ini bukan disebabkan karena lemahnya fundamental ekonomi Indonesia.  Oleh karena itu, dia sangat optimis untuk investasi jangka panjang masih sangat menjanjikan di Indonesia.

"Koreksi pasar satu dunia. Akar masalahnya bukan di Indonesia, koreksi ini peluang untuk investor jangka panjang. Saat ini stressfull dan tidak mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia

Investor indonesia bisa memanfaatkan untuk membeli saham saham aset investasi lebih murah dari tahun sebelumnya," pungkasnya.

Perdagangan efek di Indonesia memang masuk dalam pelemahan yang dalam beberapa minggu ini. Pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 2,63 persen. Hari ini hingga sesi pertama berakhir, IHSG menunjukkan pelemahan 121,34 poin atau 3,19 persen.

Rekomendasi