Potensi kerja sama dengan Brunei terus menurun

Sejak 2007, neraca perdagangan Indonesia selalu defisit terhadap Brunei.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Potensi kerja sama dengan Brunei terus menurun
KADIN RDP KOMISI VII. Merdeka.com

Statistik perdagangan antara Indonesia dengan Brunei sejak 2007 hingga 2011 menunjukkan tren penurunan. Total perdagangan tahun 2007 mencapai USD 1,9 juta. Sedangkan pada 2011 turun menjadi USD 1,1 juta. Sejak 2007, neraca perdagangan Indonesia selalu defisit terhadap Brunei.

Nilai ekspor Indonesia ke Brunei tahun lalu hanya sebesar USD 81,6 juta. Seluruhnya terdiri dari non-migas. Di sisi lain, impor minyak dari Brunei pada tahun yang sama sanggup mencapai USD 189,4 juta.

“Defisit perdagangan dengan Brunei disebabkan karena Indonesia lebih banyak impor minyak dari Brunei sedang ekspor non-migas kita ke Brunei  sangat terbatas dalam jenis barang," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto pada saat mengukuhkan pengurus Kadin Indonesia Komite Brunei di Jakarta, Kamis (31/5).

Suryo menuturkan, dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Brunei, diperlukan pengembangan strategi dan pola pikir khusus. Brunei merupakan negara kecil, namun berperan besar terhadap pembangunan di Indonesia, khususnya di daerah Kalimantan.

“Kalimantan merupakan  wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang masih membutuhkan investasi untuk pembangunan infrastruktur, industri hilir, sarana dan prasarana pariwisata  serta pembangunan manusia. Ke sektor-sektor tersebutlah kita perlu menarik investasi Brunei,” katanya.

Arus investasi dan perdagangan, berpotensi semakin lancar jika infrastruktur jalan darat perbatasan antara Kalimantan dengan Brunei disediakan. Tentunya hal ini tidak mudah mengingat kondisi alam yang sulit. Dua negara perlu bekerjasama dan berkomitmen melaksanakan proyek tersebut sebagai bagian dari konektivitas Asean.

“Kalimantan yang kaya sumber energi perlu mengajak Brunei untuk menanamkan modalnya pada sektor pembangkit tenaga listrik," ucapnya.  Brunei berpotensi dilibatkan dalam investasi di sektor industri pengolahan hasil pertambangan dan perkebunan. 

 
Rekomendasi