Pemerintah belum memutuskan waktu yang tepat untuk implementasi penyatuan zona waktu di Indonesia. Padahal sebelumnya dikabarkan bahwa rencana ini akan dijalankan tepat saat peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012.
Pembahasan penetapan waktu implementasi penyeragaman zona waktu belum sampai di tahap sidang kabinet. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, rencana penyatuan zona waktu masih dalam tahap kajian. Teutama kajian terhadap dampaknya di masyarakat.
"Ada yang tidak setuju tetapi banyak yang setuju, semuanya itu kita tampung. Ini semua untuk kebaikan bangsa ini," ujar Hatta di Jakarta, Rabu (30/5).
Hatta mengklaim, hasil studi kelaikan penyatuaan zona waktu, sejauh ini menunjukan hal yang positif. Dengan kata lain, rencana ini akan lebih menguntungkan jika bisa diterapkan. Terlepas dari itu, Hatta mengaku akan mendengar setiap keluhan dan pandangan dari masyarakat.
"Tapi toh ada juga masyarakat yang mengatakan melihat kurang pas. Ini didengar semua," ucapnya.
Menurutnya, rencana kebijakan ini tidak serta merta hanya dilihat dari sisi mengedepankan kepentingan ekonomi, khususnya pasar modal. Hatta mengaku, pemerintah mempertimbangkan aspek sosial, budaya, efisiensi, spirit kerja. "Semua kita lihat," singkatnya.