Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan hanya akan mampu bergerak tipis pada perdagangan, Kamis (3/5). Hal ini karena pengaruh eksternal yang mendominasi seperti harga saham Dow Jones yang fluktuatif.Pengamat Pasar Modal Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman mengatakan sekuritas asing memperbaharui target harga saham. Koreksi tersebut belum mampu mengimbangi pengaruh negatif yang akan ada. "Laporan keuangan emiten-emiten kapitalisasi besar, kurang bagus," ujarnya.Indeks komposit diperkirakan akan bergerak di antara level support 4160 dan level resistance 4230. Dengan dukungan sektor properti. Dengan saham yang diperkirakan diburu investor, seperti saham Summarecon Agung (SMRA), Intiland Development (DILD), Surya Semesta Internusa (SSIA), Metropolitan land (MTLA), dan Ciputra Surya (CTRS). "Saham-saham properti yang tetap bagus," ungkapnya.Kemarin, Indeks harga saham gabungan ditutup dengan hasil yang memuaskan pada perdagangan Rabu (2/5). IHSG mencetak rekor baru sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 4.219,29, naik 23,31 poin atau 0,56 persen. Penutupan tersebut mengalahkan rekor yang dicetak oleh perdagangan efek pada 3 April lalu yang ditutup pada 4.215,44.
Saham properti akan tetap laris
Indeks diperkirakan akan bergerak di antara level support 4160 dan level resistance 4230.
Advertisement
Rekomendasi