Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan pihaknya mendukung rencana pemerintah untuk menyatukan satu zona waktu di Indonesia yang rencananya dimulai bertepatan hari Sumpah Pemuda, yaitu 28 Oktober 2012. "Pada dasarnya kami mendukung penyatuan zona waktu ini. Yang penting harus disosialisasikan sebaik-baiknya," ujar Sofjan ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (25/5)
Dia juga menambahkan, dengan adanya penyatuan zona waktu maka bisa lebih meningkatkan efisiensi dan pengawasan operasional perusahaan. "Ini kan dampaknya positif, bisa lebih meningkatkan produktivitas dan efisien lagi pengawasannya," kata Sofjan.
Meski begitu, Sofjan juga menegaskan, pemerintah harus segera melakukan sosialisasi sebaik-baiknya agar tidak ada salah pengertian di masyarakat. "Akibat dari penyatuan zona waktu ini kan harus diperhitungkan dampak-dampaknya agar bisa diterima semua kalangan," tambahnya.
Selain itu Sofjan juga menuturkan akan lebih baik jika zona waktu yang diambil adalah wilayah Indonesia bagian barat (WIB). "Kalau yang diambil WIB akan lebih baik karena 80 persen penduduk Indonesia kan ada di bagian barat," terangnya.
Sementara untuk pengaruh ke pasar modal atau capital market, menurut Sofjan, penyatuan zona ini tidak akan terlalu berpengaruh meski bisa ada pengaruh positif juga. "Tapi pengaruhnya masih kecil, tidak terlalu besar ke perkembangan ekonomi kita," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Humas KP3EI, Edib Muslim menyatakan Pelaksanaan penyatuan zona waktu pada tahun ini, cukup logis dalam mengejar ketertinggalan pemerataan baik dari segi perekonomian maupun pendidikan di seluruh Indonesia. Sebab, pada 2015, Indonesia sudah memasuki perdagangan bebas dan integrasi komunitas ASEAN.