Sepanjang triwulan I tahun ini, PT Bank Mandiri mencatat laba setelah pajak sebesar Rp 3,4 triliun. Laba Bank Mandiri tersebut turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada triwulan I 2011, laba Bank Mandiri sanggup mencapai Rp 3,8 triliun. "Penurunan ini dikarenakan restrukturisasi aset dari saham Garuda Rp 1,4 triliun sudah tidak diperhitungkan lagi," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, di Plaza Mandiri, (25/4).
Zulkifli melanjutkan, sedangkan untuk laba bersih, Bank Mandiri mencatat secara keseluruhan justru tumbuh positif. Laba bersih bank terbesar di Indonesia itu tumbuh 26 persen dari Rp 2,7 triliun pada Maret 2011 menjadi Rp 3,4 triliun pada Maret 2012. "Tanpa Garuda, penurunan laba kita cuma Rp 400 miliar," katanya.
Sekadar diketahui, anak usaha Bank Mandiri merupakan salah satu penjamin emisi efek pada penawaran umum perdana (IPO) saham Garuda bersama PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Forbes, Bank Mandiri masuk dalam jajaran 2.000 perusahaan dunia yang memiliki keuntungan besar. Bank Mandiri menduduki peringkat 488 dengan keuntungan mencapai USD 1,6 miliar.
Sementara itu, kredit Bank Mandiri sepanjang triwulan I 2012 naik 29,9 persen dari semula Rp 252 triliun pada Maret 2011 menjadi Rp 327 triliun pada Maret 2012. Nilai rasio kredit bermasalah (NPL gross) hanya sekitar 2,22 persen. "Pertumbuhan kredit ini menunjang laba perusahaan hingga mencapai Rp3,4 triliun," ucap Zulkifli.
Penyaluran kredit paling tinggi terjadi di segmen mikro yang tumbuh 69,9 persen menjadi Rp 13,1 triliun pada Maret 2012 dengan jumlah nasabah meningkat dari 579 ribu menjadi 733 ribu nasabah mikro.
Kredit untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 31,7 persen menjadi Rp 45,1 triliun. Selain itu, untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) meningkat 81,8 persen menjadi dari Rp 4 triliun pada posisi Maret 2011 menjadi Rp 7,3 triliun pada Maret 2012.