Bursa Efek Indonesia tercatat memiliki 125 anggota bursa (AB), dengan 114 diantaranya tercatat sebagai anggota aktif. Dari 114 tersebut, empat AB tidak menyampaikan laporan keuangan 2011.
Direktur pengawasan transaksi dan kepatuhan Bursa Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo enggan memaparkan siapa saja keempat AB tersebut. Dari laporan keuangan tersebut, BEI mengakui masih banyak AB yang mengalami kerugian.
"Sebanyak 41 AB mengalami rugi dan 69 AB mencatatkan laba bersih," ungkap Uriep di Jakarta (17/4).
Menurutnya, jumlah anggota bursa yang mengalami kerugian pada 2011, tercatat meningkat bila dibandingkan pada 2010. Dia menyebutkan, dari 113 anggota bursa yang mengirimkan laporan keuangan, 25 diantaranya mengalami rugi bersih dan 88 anggota bursa meraih laba bersih.
Hasil kajian BEI, semakin banyaknya anggota baru yang merugi disebabkan karena adanya aturan baru yang mengatur tentang Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).
“Kalau kita lihat di Agustus kemarin terjadi penurunan indeks, lalu mungkin karena ada perubahan komposisi MKBD, di bulan Februari ada aturan MKBD baru sehingga perusahaan merubah komposisi portofolionya,”katanya, di Jakarta, Selasa (17/4).
Terlepas dari itu, Uriep tetap optimistis akan terjadi peningkatan dalam kinerja keuangan anggota bursa. Sebab, selain sudah banyak yang menyesuaikan diri dengan aturan MKBD baru, juga karena mulai munculnya emiten-emiten baru dan jumlah investor yang terus meningkat.
“Harusnya tumbuh positif, berharap dengan hadirnya emiten-emiten baru dan jumlah investor yang terus meningkat,” ujarnya.