Rencana pemerintah untuk menyatukan zona waktu ternyata membawa keuntungan.
Pengamat Ekonomi Kodrat Wibowo mengatakan dengan ada penyatuan zona waktu, maka dari segi ekonomi tidak ada batasan transaksi antar pulau sehingga menjadi lebih mudah.
"Kita harapkan bisa mempersempit atau memperkecil gap yang terjadi untuk kegiatan transaksi barang maupun jasa," ujar Kodrat kepada merdeka.com, Senin (19/3).
Selama ini, lanjut dia, terdapat kendala transaksi terkait perbedaan jam tersebut. Misalnya berangkat dari Jakarta menuju ke daerah timur Indonesia maka waktunya akan maju.
"Kadang nyampainya pas kantor sana tutup. Jadi ditunda besok pagi," lanjut dia.
Dia juga mencontohkan beberapa negara yang menggunakan zona waktu yang sama, misalnya Malaysia dan China. "Mereka justru menyatukan dan menyederhanakan zona waktu untuk menjadi perekonomian yang positif," ujar dia.
Meskipun begitu, di sisi lain penyatuan zona waktu ini akan juga menimbulkan masalah dan pemborosan, misalnya saja dari sisi energi listrik. "Kalau kita hitung, berapa nilai energi yang digunakan untuk penerangan ini," kata dia.