Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi memadati Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Para peserta antusias mengikuti ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 yang berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi komunitas hobi ekstrem, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pendorong strategis untuk sektor pariwisata daerah. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa acara ini merupakan momentum penguatan sport tourism sekaligus promosi wisata alam berbasis petualangan di Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat secara umum.
Partisipasi rider dari berbagai wilayah menunjukkan daya tarik acara ini, sekaligus membuka peluang besar bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk bersama-sama memelihara alam dan mempromosikannya sebagai potensi wisata yang menjanjikan, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Advertisement
Advertisement
Potensi Kalbar sebagai Destinasi Wisata Petualangan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai bahwa provinsi ini memiliki banyak jalur ekstrem yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan. Ia bahkan menyebutkan bahwa beberapa lokasi menawarkan tantangan yang lebih berat dibandingkan lintasan yang dilalui peserta saat ini.
“Saya yakin Kalbar punya jalur-jalur ekstrem, bahkan lebih ekstrem dari yang kita lewati hari ini,” kata Krisantus. Ia menambahkan bahwa ke depan, kegiatan serupa dapat digelar di lokasi lain, seperti Suluh Tembawang di Kabupaten Landak yang memiliki kemiringan mencapai 45 derajat, menawarkan tantangan yang sangat menarik.
Krisantus menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memanfaatkan kekayaan alam. Dari eksploitasi jangka pendek, pola pikir harus bergeser menjadi pengelolaan berkelanjutan melalui pariwisata. Menurutnya, jika alam dipelihara, keindahannya tidak akan habis dan pariwisata alam akan memberikan manfaat jangka panjang.
Advertisement
“Alam jangan hanya ditebang dan digali, tapi dimanfaatkan keindahannya untuk nilai ekonomi masyarakat,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam dan kemandirian daerah melalui pengelolaan yang berkelanjutan.
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Lokal
Kegiatan Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k tidak hanya menantang adrenalin para peserta, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat lokal. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyatakan bahwa acara ini mempererat silaturahmi dan solidaritas antar-komunitas, sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
“Setiap jalur, setiap bukit, dan keramahan masyarakat Engkalet akan menjadi cerita berharga bagi para peserta,” ujar Susana Herpena. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda wisata unggulan Kabupaten Sanggau, membawa manfaat berkelanjutan bagi wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas, ajang ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat Desa Engkalet sebagai destinasi sport tourism baru. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi mendongkrak perputaran ekonomi lokal dari sektor jasa, kuliner, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Advertisement
Panitia penyelenggara juga mengingatkan peserta untuk selalu mengutamakan disiplin dan keselamatan selama melintasi jalur ekstrem. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara, sekaligus menjaga reputasi kegiatan di masa mendatang.
Advertisement
Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas untuk Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata diminta untuk aktif mempromosikan jalur trail dan kawasan Engkalet sebagai destinasi wisata minat khusus. Promosi ini tidak hanya ditujukan bagi komunitas trail, tetapi juga untuk menarik wisatawan umum yang mencari pengalaman petualangan unik.
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan secara spesifik meminta Dinas Pariwisata bersama pemerintah daerah untuk mempromosikan jalur yang dilewati dan Dusun Engkalet. Tujuannya adalah menjadikannya objek wisata menarik bagi berbagai kalangan.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Wakil Gubernur, yang kemudian disambut secara adat oleh tokoh dan masyarakat setempat. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, adat, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata.
Advertisement
Kehadiran berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, jajaran Pemkab Sanggau, pimpinan lembaga keuangan, kepala organisasi perangkat daerah, Forkopimda, serta komunitas trail dari berbagai daerah, menegaskan komitmen bersama. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan Sanggau sebagai pusat sport tourism yang berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Sumber: AntaraNews