Proyek Renovasi 3 Pelabuhan Sulteng Gunakan Utang BUMN Rp 900 Miliar

Sabtu, 10 Agustus 2019 19:00 Reporter : Merdeka
Proyek Renovasi 3 Pelabuhan Sulteng Gunakan Utang BUMN Rp 900 Miliar Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan biaya pinjaman dari sejumlah BUMN sebesar Rp 900 miliar untuk memperbaiki tiga pelabuhan yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng), yakni Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Wani dan Pelabuhan Donggala.

Pemerintah saat ini juga telah menjalin kerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk membenahi kerusakan infrastruktur dan fasilitas akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

"Sementara ini sifatnya masih sementara dilakukan. Tetapi kita bekerjasama dengan ADB akan membangun fasilitas-fasilitas, infrastruktur-infrastruktur yang ada di Sulteng ini," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Pelabuhan Wani, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/8).

Dari sekian banyak infrastruktur dan fasilitas yang akan diperbaiki, Menhub Budi melanjutkan, salah satu yang menjadi prioritas yakni renovasi Pelabuhan Pantoloan, Wani dan Donggala.

"Kalau di Pantoloan pelabuhannya multi purpose. Jadi di situ ada kontainer, ada curah cair curah padat, ada penumpang. Sedangkan di sini (Wani) memang lebih banyak untuk barang, terutama sayur dan buah-buahaan. Sedangkan di Donggala pelayanan dan sebagainya," tuturnya.

Secara dana, dia menghitung ada sekitar USD 70 juta atau sekitar Rp 900 miliar untuk membenahi ketiga pelabuhan tersebut. Biaya terbesar akan dialokasikan untuk Pelabuhan Pantoloan lantaran akan memanjangkan suatu dermaga dengan panjang lebih dari 100 meter.

Ongkos sebanyak itu disebutnya berasal dari pinjaman kepada beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar, seperti Pelindo dan Angkasa Pura. "Pinjaman kepada institusi, jadi pinjaman kepada Pelindo, tapi soft loan. Dan juga pinjaman kepada Angkasa Pura," ungkap Menhub Budi.

Adapun secara proses pengerjaan, dia menyatakan, baru akan dimulai pada 2020 mendatang. Pengerjaannya pun diutarakannya bakal berlangsung selama 3 tahun.

"Tahun ini baru perencanaan, tahun depan baru mulai bangun, 2020. Ini sedang desain, yang desain ADB sendiri karena ini international institution. (Berapa lama proses pengerjaan pelabuhan?) Kira-kira 3 tahun membangun," pungkasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini