Produksi Karet Nasional Capai 3,3 Juta Ton Tapi Harga Masih Tertekan

Senin, 20 Januari 2020 13:51 Reporter : Merdeka
Produksi Karet Nasional Capai 3,3 Juta Ton Tapi Harga Masih Tertekan Perkebunan karet. ©istimewa

Merdeka.com - Wakil ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri, Johnny Darmawan mendorong agar penyerapan karet dan biji karet untuk industri bisa ditingkatkan. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Dia menjelaskan, penyerapan karet untuk industri ban baru mencapai 70 persen. Selain itu, harga karet dalam lima tahun terakhir, terus mengalami tekanan sehingga tidak menguntungkan untuk petani.

Padahal, produksi karet nasional dalam lima tahun terakhir cukup besar, yakni di atas 3,3 juta ton. Dengan demikian, pihaknya bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) untuk mendorong penyerapan bahan bakar nabati berbasis karet.

"Saat ini harus dicarikan solusi karena petani mengalami kesulitan penjualan dan kesulitan meningkatkan harga karet. Agar petani tidak tambah rugi maka harus ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku bahan bakar nabati selain kelapa sawit," kata Johnny di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (20/1).

Untuk mewujudkan keberlangsungan industri berbasis karet, maka diperlukan dukungan dan kerjasama dari Pemerintah, yakni terkait konsistensi terhadap kebijakan hilirisasi hasil perkebunan (karet) menjadi produk yang bernilai tambah, di antaranya pengembangan bahan bakar nabati berbasis karet dan pemanfaatannya di dalam negeri sebagai bahan bauran energi yang berdaya saing.

Ketua APBI Azis Pane mengatakan, karet termasuk tanaman perkebunan non pangan yang produksinya sudah surplus tetapi belum semua terserap oleh pasar. "Karet juga termasuk kategori tanaman bioenergi multi guna, yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku bahan bakar nabati, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang telah mencukupi," jelasnya.

Selain itu, potensi pemanfaatan karet di luar industri ban juga semakin terbuka lebar, pasca terbitnya beberapa kebijakan terkait penggunaan energi alternatif, pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis diesel solar, seperti bahan baku campuran aspal, bantalan Jembatan serta berpotensi untuk pemanfaatan bahan bakar nabati.

1 dari 1 halaman

Pengembangan Bahan Bakar Berbasis Karet

Kadin Indonesia bekerjasama dengan APBI untuk mendukung penerapan teknologi bahan bakar nabati dari karet alam sebagai alternatif energi bahan bakar selain kelapa sawit. Di mana, minyak pada biji karet bisa dimanfaatkan sebagai kandungan bahan bakar.

"Saya mendukung bahwa kita mencari energi alternatif, saya juga kaget karet bisa digunakan jadi bahan bakar. Potensinya juga tinggi banget, cukup besar, dan kita melihat tingginya kandungan minyak di biji lateks. Banyak sekali yang bisa dimanfaatkan, 1 hektar bisa ditanami 400 pohon karet, yang menghasilkan 5050 biji karet," kata Johnny di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (20/1).

Dia melanjutkan, dalam industri karet, hasil utama yang diambil dari tanaman karet adalah lateks. Sementara biji karet masih belum dimanfaatkan, malahan dibuang sebagai limbah. "Padahal dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar nabati yang potensial untuk dikembangkan secara teknis maupun keenomiannya," ujarnya.

Menurutnya, dengan kemajuan teknologi saat ini, sebenarnya bisa dibuat apa saja untuk menggantikan bahan bakar selain kelapa sawit. Dia pun berharap bisa menghasilkan rekomendasi yang komprehensif, dari penerapan bahan bakar berbasis karet ini.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia, Pada 2019, total produksi mencapai 3,55 juta ton/tahun, dan seluruh area perkebunan karet Indonesia mencapai 3,4 juta hektar.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah [azz]

Baca juga:
Kadin Dorong Pengembangan Bahan Bakar Berbasis Karet
Ini Solusi Pemerintah Hadapi Anjloknya Harga Karet Dunia
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumut Anjlok Tajam
Produk Karet Jambi Tembus Pasar Dunia
Petani Karet di Sumsel Diserang Hama Gugur Daun, Produksi Turun 50 Persen
Produksi Karet Indonesia Terancam Penyakit Tanaman Asal Malaysia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini