Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Plus Minus Pengembangan Properti di Kawasan Timur Jakarta

Plus Minus Pengembangan Properti di Kawasan Timur Jakarta CEO IPW Ali Tranghanda. ©2020 Merdeka.com/Nurul Fajriyah

Merdeka.com - CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, kawasan Timur Jakarta memiliki potensi untuk dikembangkan oleh para pengembang. Salah satunya harga tanah yang masih murah dengan kisaran dari Rp 5-12 juta per meter persegi.

"Harga tanah yang masih terhitung dua kali lebih murah jika dibandingkan dengan kawasan barat Jakarta," ujar Ali dalam acara Jakarta Eastern Corridor Market Highlight 2020, di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (13/1).

Selain itu, basis ekonomi di kawasan Timur Jakarta masih besar, bahkan tidak dimiliki wilayah lain. "Dengan begitu orang yang dapat penghasilan di sana, dapat juga tinggal di sana," ujarnya.

Dia menambahkan, terdapat 10 infrastruktur seperti Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), kereta api cepat, toll yang akan menjadi alternatif dan mendukung pengembangan industri di kawasan timur Jakarta.

Kekurangan

Meski demikian, ada beberapa kekurangan yang yang menjadi tantangan bagi para pengembang untuk membangun hunian di kawasan timur. Di antaranya polusi udara yang berasal dari industri ringan dan menengah.

Ali menjelaskan, polusi memang menjadi perkara yang sangat dihindari bagi banyak orang, termasuk untuk kawasan hunian. Namun dia optimis, pengembang bisa membangun hunian yang ramah lingkungan, dan tidak hanya berfokus untuk menjadikan kawasan industri.

Kemudian, citra gersang menjadi gambaran yang terlintas di pikiran orang jika membahas kawasan timur Jakarta. "Banyak kawasan yang tidak hijau, pembuangan sampah, image-image negatif itu yang membuat image positif hilang," jelas Ali.

Ali menuturkan, dari masalah itu, pengembang harusnya memikirkan lebih jauh untuk keperluan yang harus dimaksimalkan, serta mencari solusi untuk kekurangan yang masih ada di koridor timur Jakarta. "(Fasilitas) yang penting ada di koridor timur itu apa, hal yang membuat masyarakat (tidak melirik koridor timur Jakarta) itu apa," ujarnya.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP