Pisah dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Rombak Direksi

Jumat, 8 November 2019 19:35 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pisah dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Rombak Direksi sriwijaya air. jetphoto.net

Merdeka.com - Sriwjaya Air Group merombak susunan direksi seiring dengan berakhirnya masa transisi terkait kerja sama dengan Garuda Indonesia Group. Sriwijaya Air Group memutuskan untuk melanjutkan bisnis sendiri.

Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani pemegang saham Hendry Lie menyatakan pengangkatan Jefferson Irwin Jauwena sebagai Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Didi Iswandy sebagai Direktur Operasional, Cecep Cahyana sebagai Direktur Quality, Safety & Security dan Dwi Iswantoro sebagai Direktur Teknik per 7 November 2019.

"Surat Keputusan ini berlaku terhitung sejak ditandatanganinya Surat Keputusan ini. Dengan ketentuan hal-hal yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Surat Keputusan ini akan diputuskan kemudian. Apabila terdapat kekeliruan terhadap ketentuan da nisi dari Surat Keputusan ini akan dilakukan perubahan seperlunya," tulis dalam surat tersebut.

Sriwijaya Air Group juga memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan dari Garuda Indonesia Group seiring dengan telah berakhirnya masa transisi kerja sama per 31 Oktober 2019.

"Sehubungan dengan telah berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda Indonesia Group dengan pemgang saham PT Sriwijaya Air Group pada tanggal 31 Oktober 2019, dan atas pertimbangan dari para pemegang saham dan dewan komisaris PT Sriwijaya Air, maka dengan ini manajemen PT Sriwijaya Air (Group) memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan,” dalam surat nomor 018/EXT/DH/SJ/XI/2019 yang ditandatangani oleh Direktur Legal dan Sumber Daya Manusia PT Sriwijaya Air Anthony Ralmond Tampubolon.

Terdapat 11 nama karyawan Garuda Indonesia yang dikembalikan baik setingkat jabatan vice president maupun senior manager terhitung sejak 7 November 2019.

Nama-nama tersebut, di antaranya Raisal Akbar sebagai VP Revenue Management, Lilik Yulianto Nugroho sebagai VP Network, Sukarya Sastrodinoyo sebagai VP Engineering, Quality & Technical Service, Ferdian sebagai VP Distribution Channel, Digital Business & Cargo, Agus Dewanta SM Cargo, Dodhi Jatnika Adhi VP Service Planning and Delivery, Setyo Adi Raharjo VP Information Technology, Amala Vesta Widaranti sebagai VP Marketing & Loyalty, Tres Budiantoro sebagai PMO Centralized Flight Dispatch, Dewi Handayani SM Cabin Service, Standard & Development dan Elisabeth Enny K sebagai Advisor di Direktorat Keuangan.

1 dari 1 halaman

Kemenhub Awasi Ketat Operasional Penerbangan Sriwijaya Air Group

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bakal memperketat pengawasan operasional penerbangan maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air demi terpenuhinya keselamatan penerbangan.

"Ditjen Perhubungan Udara memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan kami akan memastikan bahwa hak-hak calon penumpang yang batal terbang maka akan dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti.

Saat ini, Sriwijaya Group masih mengoperasikan sebanyak 11 unit pesawat udara dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki, selebihnya tidak dioperasikan dikarenakan dalam masa periode perawatan baik di GMF maupun perawatan pesawat di darat Aircraft On Ground atau (AOG).

Polana mengatakan akan terus melakukan pengawasan dan memonitor terhadap pesawat Sriwijaya Group yang masih beroperasi di sejumlah rute.

"Saya telah menginstruksikan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara untuk melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT Sriwijaya Group," katanya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Sriwijaya Group wajib memastikan pemenuhan atas hak hak penumpang yang diakibatkan tidak beroperasinya pesawat Sriwijaya Group sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (delay management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015. [idr]

Baca juga:
Sering Terlibat Konflik, Astindo Kurangi Penjualan Tiket Sriwijaya
Kemenhub Awasi Ketat Operasional Penerbangan Sriwijaya Air Group
Sriwijaya Air Pastikan Penumpang Dapat Kompensasi Pembatalan Penerbangan
Yusril Ihza Mahendra Beberkan Penyebab Pecah Kongsi Sriwijaya Air-Garuda Indonesia
Operasional Bandara Soetta kembali normal, Usai Delay Sriwijaya Air
Sriwijaya Air Kembalikan Seluruh Karyawan Perbantuan Garuda Indonesia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini