Pertamina sebut penyelewengan jadi sebab Solar di daerah langka
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, sudah melakukan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi sesuai dengan kuota di Padang, Sumatera Barat. Perseroan menaksir kelangkaan yang terjadi di wilayah tersebut diakibatkan oleh penggunaan yang tidak sesuai ketentuan.
Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I, Rudi Ariffianto, mengatakan solar subsidi di Padang Sumatera Barat tidak akan mengalami kelangkaan jika digunakan oleh pihak yang berhak. Dalam hal ini yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 yaitu, pengguna BBM Tertentu adalah rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum.
"Jadi itu sebenarnya tidak ada Solar langka kalau digunakan oleh konsumen sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014," kata Rudi saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Sabtu (24/3).
Menurut Rudi, Pertamina sudah menyalurkan Solar subsidi dengan normal di wilayah Sumatera Barat. Di mana, volume harian yang ditetapkan sekitar 1.000 kilo liter (KL) per hari. "Kita tetap pasok sesuai alokasi dan aku pantau penyaluran tidak ada perubahan," ujarnya.
Rudi melanjutkan, saat ini Pertamina telah memprioritaskan penyaluran Solar untuk kapal nelayan dengan ukuran di bawah 30 Gross Ton (GT). Pembelian BBM oleh nelayan pun harus memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2014.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya