Pemerintah telah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola blok minyak dan gas (migas) Rokan setelah 2021. Sebelumnya, Wilayah Kerja (WK) ini dikelola oleh PT Chevron Indonesia.
Plt Dirut PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan pihaknya akan berupaya mengoptimalkan produksi Blok Rokan yang terus mengalami penurunan.
"Jadi kalau kita lihat, Blok ini sudah 94 tahun. Memang karakter sumur, kalau tidak ada discovery maka akan menurun. Cadangan tetap, tinggal seberapa cepat diambil saja," kata dia dalam Forum Merdeka Barat, di Jakarta, Rabu (1/8).
Salah satu upaya peningkatan produksi Blok Rokan, kata dia dengan menambah titik-titik eksplorasi. Pertamina berencana bakal menambah 7.000 titik eksplorasi.
"Kita harus menambah area. Eksplorasi kan di Duri dan Minas. Jadi, kita akan menambah titik eksplorasi," kata dia.
Nicke menjelaskan dalam mengelola Blok Rokan pihaknya bakal menggunakan dua cara, yaitu konvensional dan nonkonvensional.
Cara konvensional, kata dia seperti penambahan area eksplorasi. "Kita sudah pelajari data teknis Rokan, perlu ada teknologi dan beberapa titik eksplorasi," ujar Nicke.
"Nonkonvensional, dengan menggunakan teknologi EOR. Di Rokan ini sudah dilakukan, akan kita lanjutkan. Kita akan meningkatkan bisa double capacity. Kalau mau nambah produksi lagi pakai EOR," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6