Permintaan kendaraan roda tiga makin tinggi
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi, permintaan kendaraan roda tiga buatan dalam negeri bakal terus meningkat. Tahun ini saja, dari pelbagai daerah kebutuhannya mencapai 500.000 unit per tahun.
Kasubdit Kendaraan Roda Dua dan Kereta Api Kemenperin Budi Hartoyo menyatakan, pihaknya sudah merangkul beberapa produsen lokal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kendaraan roda tiga.
"Ceruk pasarnya masih besar, dari Sulawesi Selatan saja tahun ini permintaan mencapai 200 unit, belum daerah lain. Produsen (roda tiga) pun semakin banyak di Indonesia, sehingga kami ramalkan pertumbuhannya tahun depan mencapai 20 persen," kata Budi di kantor Kemenperin, Jumat (28/9).
Penggunaan kendaraan roda tiga bakal diarahkan menjadi solusi kendaraan niaga murah bagi masyarakat. Bahkan beberapa perusahaan telah memproduksi kendaraan roda tiga yang bisa menjadi alat transportasi alternatif, saingan Bajaj atau Kancil yang kurang sukses.
"Motor roda tiga itu multifungsi, apapun usahanya bisa masuk, sehingga potensinya besar," ujarnya.
Meski demikian, Budi mengakui setiap produsen masih melempar produk dengan spesifikasi mesin dan harga yang berbeda-beda. Rencananya, spesifikasi dan kapasitas mesin untuk kendaraan roda tiga akan disamakan.
"Ada yang bikin 150 cc ada yang di bawahnya, makanya kemenperin menggandeng produsen, bakal kita samakan cc-nya dan kita atur spesifikasinya seperti apa," jelasnya.
Dalam pandangannya, peningkatan produksi bakal menguntungkan industri otomotif dalam negeri. Sebab, setiap kendaraan roda tiga kandungan lokalnya mencapai 60 hingga 80 persen.
"Cuma mesin saja yang kita harus impor," paparnya. Saat ini kendaraan roda tiga kapasitas mesin berkisar antara 100 sampai 150 CC. Harga jualnya antara Rp 15-35 juta. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya