Perkembangan Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sampai Gunakan Bor Raksasa

Selasa, 9 April 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Perkembangan Terbaru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sampai Gunakan Bor Raksasa Kereta cepat China. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia sedang membangun jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Nantinya kereta cepat ini memiliki kecepatan hingga 200 kilometer per jam dan melintas di bawah tanah menuju ke jalur layang. Diprediksi perjalanan dari Jakarta-Bandung hanya memakan waktu 35 menit.

"Lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung berada di sisi selatan Tol Jakarta-Cikampek," kata Kepala Bidang Perencanaan Tata Ruang, Kota Bekasi, Erwin Gwinda.

Proyek pembangunan kereta cepat ini dimulai 2018 lalu. Proyek dimulai dari kawasan Halim Perdanakusuma hingga kawasan Tegal Luar, Kabupaten Bandung. Lalu, bagaimana kelanjutan pembangunan kereta cepat hingga saat ini?

1 dari 3 halaman

Konstruksi Kereta Cepat Capai 9,2 Persen

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mencatat bahwa konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah mencapai 9,2 persen sampai dengan Februari 2019. Perusahaan menargetkan pembangunan KCJB mencapai 55 persen pada tahun ini.

"Kereta cepat itu sekarang progresnya 8 hampir 9,2 persen. Sampai akhir bulan lalu 9,2 persen," ujar Direktur Utama WIKA, Tumiyana, Senin (25/3).

2 dari 3 halaman

Pembebasan Lahan Hampir 94 Persen

Pembebasan lahan menjadi salah satu kendala pengerjaan KCJB. Namun kini perkembangan atau progres pembebasan lahan sudah menyentuh 94 persen. Adapun sisanya 6 persen merupakan proses fasos dan fasum.

"Kita pembebasan tanahnya sudah 94 persen. Sekarang sisa yang 6 persen itu adalah fasos dan fasum. Tapi kita coba forecast mudah-mudahan tanahnya bisa rampung sampai dengan awal Juni ini," kata Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

Dia menegaskan, sampai dengan hari ini pekerjaan proyek KCJB masih berlangsung terus (on track).

3 dari 3 halaman

Melakukan Pengeboran Dalam Tanah

Pengerjaan proyek KCJB memasuki tahap pengeboran. Proses perakitan mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yaitu alat bor raksasa yang didatangkan khusus dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok. Bor raksasa ini akan menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM 3+300, dari arah Jakarta.

Bobot TBM KCJB sebesar 3.649 ton dengan diameter 13,19 meter dan panjang yang mencapai 105 meter. "TBM KCJB akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan Metode Shield Tunneling (MST) untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 meter," kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra.

Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan standar keamanan dalam pembuatan terowongan yang nantinya akan melintang di bawah jalan Tol Cikampek (KM 3+600 sampai dengan KM 5+800) melewati bagian tengah jalan dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang merupakan lokasi sangat padat dengan kegiatan mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung. [has]

Baca juga:
Kabar Terbaru Pembangunan Kereta Semi Cepat Jakarta - Surabaya
Memantau Pembangunan Terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Mesin Bor Siap, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut
Pembangunan Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 9,2 Persen
Jawa Barat Bakal Punya Kereta Cepat Pertama se-ASEAN di 2021

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini