Perekonomian Membaik, Aset Perbankan di Solo Ikut Meningkat
Merdeka.com - Membaiknya kondisi perekonomian dalam negeri berpengaruh positif pada perbankan di Solo Raya. Aset perbankan di wilayah tersebut ikut meningkat pada kuartal I tahun 2019 jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mencatat, aset bank umum konvensional per April 2019 sebesar Rp82,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat 6,50 persen atau Rp5 triliun dari sebelumnya per April 2018 sejumlah Rp77,8 triliun.
"Untuk angka kreditnya pada periode yang sama juga meningkat sebesar Rp5,9 triliun atau setara dengan 8,99 persen, yaitu dari Rp72,6 triliun, menjadi Rp78,5 triliun," ujar Pelaksana Harian Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Triyoga Laksito, Jumat (5/7).
Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif. Berdasarkan data, dari sisi giro tercatat Rp9,8 triliun atau meningkat 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9 triliun.
Sementara itu untuk tabungan, meningkat sebesar 5,95 persen. Yakni menjadi Rp32,9 triliun dan deposito sebesar Rp22,1 triliun atau meningkat 14,05 persen. Sisi tabungan yang meningkat ini membuktikan bahwa geliat masyarakat untuk menabung uang di perbankan juga menggeliat.
"Untuk non performing loan (NPL) atau angka kredit macet pada kuartal I 2019 mengalami pertumbuhan negatif, yaitu dari 2,13 persen menjadi 2,39 persen," katanya lagi.
Sedangkan, untuk kinerja bank umum syariah dari sisi nonperforming financing (NPF) justru mengalami penurunan dari 1,50 persen di April 2018 menjadi 1,09 persen di April 2019. Menurut dia, kondisi tersebut sangat baik, sehingga harus dipertahankan.
Sedangkan untuk untuk aset bank umum syariah pada kuartal I 2019 tercatat Rp6,09 triliun atau meningkat 9,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,5 triliun.
"Kalau dari sisi pembiayaan mengalami penurunan 0,77 persen atau Rp40 miliar. Yaitu dari Rp5,1 triliun menjadi Rp5,08 triliun. Untuk DPK pada periode yang sama tumbuh sebesar 9,83 persen, yaitu dari Rp3,3 triliun menjadi Rp3,6 triliun," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya