Perbanyak Unicorn, Indonesia Butuh 600.000 Tenaga Kerja Melek Digital per Tahun

Sabtu, 9 Maret 2019 13:00 Reporter : Merdeka
Perbanyak Unicorn, Indonesia Butuh 600.000 Tenaga Kerja Melek Digital per Tahun Kominfo Rudiantara soal unicorn. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah tengah mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan atau startup lokal. Diharapkan, startup Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menciptakan unicorn-unicorn anyar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, selain memberikan izin, pemerintah seharusnya bisa menjadi fasilitator bagi startup untuk bisa berdiri sempurna.

"Banyak startup, tapi mereka kurang kenal calon investor di dalam negeri, apalagi yang global. Investor juga tidak tahu startup mana yang bagus. Jadi pemerintah ini mencomblangi," ungkap Menteri Rudiantara dalam Seminar Nasional Kolaborasi Milenial dan Fintech Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Solo, Sabtu (9/3).

Selain menjadi fasilitator antara investor dengan startup, tidak kalah penting juga, pemerintah akan mendukung penyediaan sumber daya manusia yang selaras dengan perkembangan industri 4.0 ini.

Digital talent adalah sumber daya manusia yang kompeten terutama dalam bidang digital, termasuk fintech. Mereka diproyeksikan memahami Artificial Intelligence (AI), robotik dan teknologi lainnya kemudian mengimplementasikannya dalam ranah bisnis. Dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun, Indonesia harus bisa memiliki digital talent dalam jumlah yang besar.

Menteri Rudiantara juga menyatakan pemenuhan digital talent ini akan mendukung startup menjadi Unicorn. Setidaknya dibutuhkan 600.000 digital talent per tahunnya untuk bisa membantu startup menjadi Unicorn.

"Kita targetkan nanti Unicorn akan bertambah. Sumber daya manusianya juga harus kita bina supaya bisa jelas ke depannya akan disalurkan kemana," tambahnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini