Penjualan elpiji 3 Kg subsidi lewat online sulitkan pengawasan

Senin, 4 Februari 2019 20:35 Reporter : Merdeka
Penjualan elpiji 3 Kg subsidi lewat online sulitkan pengawasan Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Bogor. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Perkembangan teknologi digital kerap dimanfaatkan berbagai sektor untuk mengembangkan bisnisnya, diantaranya adalah sektor niaga. Berbagai barang dijual secara online salah satunya adalah Elpiji 3 Kg (Kilogram) bersubsidi.

Namun, penjualan Elpiji 3 Kg bersubsidi secara online menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah. Sebab, menyulitkan pengawasan penyaluran ‎barang subsidi agar dinikmati pihak yang berhak.

"Masyarakat yang membeli secara online, langsung diantar ke rumah tangga oleh pangkalan‎, penerima subsidi sulit teridentifikasi," kata Djoko, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2).

Padahal, pemerintah telah menetapkan sasaran pengguna Elpiji 3 Kg bersubsidi, yaitu rumah tangga miskin, usaha mikro, kapal perikanan bagi nelayan dan pompa air untuk petani.

Perkembangan volume Elpiji 3 Kg sejak 2012 sampai dengan 2018 meningkat cukup signifikan. Seiring dengan penggunaannya, realisasi penyaluran subsidi Elpiji 3 Kg relatif meningkat sejak 2015 dengan jumlah anggaran melebihi pagu yang telah ditetapkan. "Anggaran Subsidi berpotensi tidak terkendali, dengan jumlah yang cukup besar," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini