Penjelasan Lion Air Soal Harga Tiket Manokwari-Makassar Viral Capai Rp20 Juta

Selasa, 17 Desember 2019 15:54 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Penjelasan Lion Air Soal Harga Tiket Manokwari-Makassar Viral Capai Rp20 Juta Batik Airlines. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Lion Air menjelaskan harga tiket pesawat Batik Air rute Manokwari-Makassar yang viral hingga Rp19 juta dan Rp20 juta ialah untuk kelas bisnis. Selain itu, harga tersebut merupakan rute yang mengharuskan calon penumpang singgah atau transit.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan harga tiket Rp19.173.900 adalah layanan kelas bisnis yang terdiri rute dari Manokwari ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) dan lanjutan penerbangan ke tujuan akhir di Makassar (satu kali transit).

Sementara, harga Rp20.447.200 adalah layanan tiket kelas bisnis dengan rute Manokwari ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara internasional Juanda, Jawa Timur (SUB) kemudian tujuan akhir di Makassar (dua kali transit).

"Harga jual tiket pesawat udara Batik Air rute Manokwari melalui Bandar Udara Rendani, Papua Barat (MKW) tujuan Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan (UPG) periode pengecekan Senin, 16 Desember 2019, jumlah kursi penerbangan langsung tidak tersedia atau sudah terjual habis," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/12).

Sebagai keterangan, dia menambahkan, tarif batas atas satu kali jalan untuk tarif maskapai menurut jarak Manokwari ke Makassar adalah Rp2.042.000 pada kelas ekonomi. Besaran tersebut belum termasuk PPN, iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja) dan Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax.

"Tarif tiket pesawat yang muncul mencapai Rp19.173.900 dan Rp20.447.200 adalah total keseluruhan perjalanan yang ditawarkan (Lion Air) sebagai opsi oleh mesin pencari dengan penerbangan multi sektor sampai tujuan akhir," tuturnya.

1 dari 2 halaman

Di Lion Air Group, Ketepatan Waktu Terbang Batik Air Terbaik Selama Semester I 2019

Lion Air, Wings Air, Batik Air bagian dari Lion Air Group menyampaikan tentang perkembangan bisnis melalui pengoperasian layanan penerbangan selama 2 kuartal 2019 (Januari Agustus). Sehubungan operasional dan layanan penerbangan pada dua kuartal 2019, Lion Air Group telah merilis kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan rata-rata performa ketepatan waktu Lion Air mencapai 83,23 persen, Wings Air mencatatkan 75,93 persen dan Batik Air 91,34 persen.

OTP Lion Air Group merupakan data akurat ketepatan pesawat saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) dalam waktu kurang 15 menit dari jadwal ditentukan. "Penghitungan sesuai laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time)," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/10).

Lion Air Group mengimplementasikan sistem terstruktur, konsistensi dan komprehensif antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan cepat (quick action) guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan terjadi di lapangan (irregularities) guna meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan.

2 dari 2 halaman

Layani 245.547 Penerbangan Semester I 2019

Lion Air Group dalam periode tersebut sudah melayani 245.547 penerbangan. Mencakup dari Lion Air 106.688 frekuensi terbang, Wings Air beroperasi 79.534 dan Batik Air memiliki 59.325.

Lion Air fokus melayani ke lebih dari 43 kota tujuan domestik serta 44 internasional meliputi Singapura, Malaysia, China dan Saudi Arabia. Wings Air mempunyai 124 kota dalam negeri dan satu kota regional di Kuching, Malaysia.

"Sedangkan Batik Air menerbangi 43 kota di Indonesia serta 15 destinasi di berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, China, India dan Australia," tutur Danang.

Kehadiran pilihan jadwal penerbangan dari Lion Air Group, diharapkan menyediakan keuntungan setiap pelanggan, terutama dalam kemudahan melanjutkan perjalanan udara (connecting flight) dalam cakupan rute dari jaringan Lion Air Group yang saat ini sudah beroperasi. Selain itu, memberikan nilai lebih bagi pelanggan antara lain mempersingkat waktu, memperpendek jarak, nyaman, terjangkau dan jadwal keberangkatan atau kedatangan lebih tepat.

Memperkuat network 245.547 penerbangan sebagai bentuk kesungguhan Lion Air Group sejalan inisiasi dalam upaya mendukung pemerintah guna pemerataan ekonomi dan menyokong Kementerian Pariwisata RI sejalan program pencapaian kunjungan wisatawan menuju Indonesia, termasuk pengembangan pariwisata nasional.

[bim]

Baca juga:
Daftar Gaji Pramugari dari Maskapai di Indonesia, Jumlahnya Bikin Takjub
Kata Pengamat soal Pilot Batik Air Pingsan saat Terbangkan Pesawat
Kisah Para Pilot Mendadak Pingsan Hingga Meninggal Saat Menerbangkan Pesawat
Hasil Tes Urine, Pilot Batik Air yang Pingsan Negatif Narkoba
Ini Detik-Detik Pilot Pingsan dan Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Kupang
Pilot Batik Air Pingsan, Kemenhub Perintahkan Semua Maskapai Periksa Kesehatan Kru
Kapolda NTT Didampingi Tim Dokter Jenguk Pilot Batik Air

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini