Pengusaha wanita tolak rencana toko ritel pasok barang ke warung tradisional

Selasa, 26 September 2017 21:14 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Pengusaha wanita tolak rencana toko ritel pasok barang ke warung tradisional Ketua Inkowapi Sharmila Zaini. ©2017 Merdeka.com/Desi

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita meminta kepada pihak toko ritel modern untuk dapat menyalurkan barang atau produk ke warung-warung tradisional. Namun, rencana tersebut mendapatkan penolakan dari Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi).

Ketua Inkowapi, Sharmila Zaini mengaku pihaknya keberatan atas rencana tersebut. Dia meminta Kemendag mempertimbangkan kembali rencana tersebut, sebab jika toko ritel modern memasok produk ke warung tradisional akan banyak menimbulkan masalah.

"Dampak yang sudah saya lihat, yang pasti memutus rantai pasokan yang selama ini distributor kecil masuk ke warung-warung. Grosir-grosir kecil yang mereka belanja itu akan mati," ujar Sharmila, di kantornya, Jakarta, Selasa (26/9).

Dampak lainnya juga, akan banyak karyawan distributor kecil kehilangan pekerjaan atau menjadi pengangguran bila toko ritel memasok barang ke warung tradisional. Padahal, usaha distributor-distributor tersebut sudah bertahan selama puluhan tahun.

Lebih lanjut, Inkowapi lebih senang kalau pemerintah itu mengadakan pemasok barang dari BUMN atau BUMD. Dengan begitu, kata Sharmila, ada keberpihakan dari pemerintah terhadap distributor kecil.

"Kaya ritel modern itu siapa? 100 persen milik konglongmerat di Indonesia kan?," ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini pemberdayaan warung-warung kecil belum optimal. Sehingga dengan masuknya ritel-ritel modern mereka tidak akan siap.

"Dia takut besok harganya berubah lagi. Bisa saja dia hari ini ngambil dari ritel modern karena promosi karena banyak orang yang ngambil disitu. Tapi setelah itu , besok berubah lagi harganya," jelasnya.

Menurutnya, jika pemerintah yang memasok barang atau produk, harga-harga tersebut tidak akan berubah-ubah. Sehingga, ada kepastian harga untuk barang yang akan dipasok.

Hal ini terbukti pertumbuhan toko ritel modern lebih besar dibandingkan dengan ritel konvensional. Dengan situasi seperti itu banyak ritel konvensional yang mati atau tutup.

"Bahkan ada di daerah, Perda tidak boleh ada ritel modern karena mereka menjaga warganya jangan sampai bersaing," tandasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini