Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengertian Lengkap soal Resesi Ekonomi & Tips Menyiasatinya

Pengertian Lengkap soal Resesi Ekonomi & Tips Menyiasatinya krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Resesi ekonomi menjadi salah satu topik perbincangan yang kian hangat di masyarakat. Hal ini disebabkan pemberitaan media baik asing maupun domestik mengenai banyak negara yang ekonominya ambruk akibat pandemi Covid-19 maupun ketegangan geopolitik dunia.

Meski begitu, banyak masyarakat yang masih belum memahami secara benar terkait pengertian resesi. Hal ini akibat intensitas keberlangsungan resesi sendiri yang memang jarang terjadi.

Lantas apa itu pengertian resesi?

Melansir dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, Jumat (30/9), resesi ekonomi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

"Imbasnya nih Sobat, aktivitas ekonomi mulai terganggu dan berakibat pada pelemahan daya beli serta perlambatan ekonomi," tulis OJK.

Lalu, bagaimana mempersiapkan kondisi keuangan kita agar dapat meminimalisir dampak dari kemungkinan resesi ekonomi tersebut?

Berikut Rinciannya

1. Alokasikan dana darurat

Masih ingat dengan rumus perencanaan keuangan 10-20-30-40? Jika iya, pastikan 20 persen dari dana yang kalian gunakan untuk investasi dialokasikan untuk dana darurat pada instrumen yang sangat likuid dan disiplin mempersiapkannya. Semakin besar proporsinya maka akan semakin siap kalian dalam memenuhi kebutuhan di tengah kondisi resesi ekonomi.

"Perlu diingat ya sobat, hal ini sangat penting karena bisa saja Sobat kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja tutup," jelas OJK.

2. Kurangi Utang

Resesi adalah waktu yang tepat untuk mengurangi dan tidak menambah beban-beban pengeluaran, seperti utang. Jika memungkinkan maka segera lunasi atau jika dirasa masih sangat berat maka segera negosiasikan ajukan ke lembaga jasa keuangannya untuk restrukturisasi.

Jadi, jangan anggap enteng utang meskipun hanya dari kartu kredit. Ini karena kamu tidak akan tahu kondisi keuanganmu ketika resesi ekonomi menerpa.

3. Pilih instrumen investasi yang aman

Sekarang waktu yang tepat untuk melihat kembali portofolio investasimu. Jika, kondisi pasar global sudah mulai menurun maka segeralah atur ulang portofolio investasimu kedalam bentuk yang lebih aman seperti emas.

Selanjutnya

4. Tetap lakukan kegiatan konsumsi seperti biasa 

Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi tetap tumbuh. Ingat konsumsi masyarakat berperan besar pada pertumbuhan ekonomi kita. 

Namun, Anda perlu berkomitmen pada rencana keuangan dengan tetap menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi serta dahulukan kebutuhan. Kurangi pembelian-pembelian sesuatu yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan, apalagi sifatnya hanya kesenangan jangka pendek. 

 

5. Mulai cari pekerjaan tambahan 

Saat ini waktu yang tepat untuk memulai memanfaatkan peluang disekitarmu yang dapat bernilai ekonomi. Jangan ragu untuk usaha kecil-kecilan jika dirasa kondisi keuanganmu masih lemah. 

"Karena kamu jelas butuh tambahan penghasilan untuk menopang keuangan keluarga," tutup OJK. 

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP