Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di seluruh wilayah pertambangan daerah tersebut. Penekanan ini disampaikan menyusul dimulainya produksi emas perdana di Tambang Emas Pani (Pani Gold Mine/PGM) yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato. Aspek lingkungan menjadi perhatian utama agar proses produksi pertambangan tidak mengabaikan keberlanjutan alam sekitar.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie secara langsung menyaksikan momen bersejarah penuangan emas pertama (first gold pour) di PGM pada Minggu, 15 Februari. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta manajemen PT Merdeka Gold Resources Tbk, menandai babak baru industri pertambangan emas di Provinsi Gorontalo.
Penuangan emas perdana tersebut secara resmi menandai dimulainya tahap produksi aset strategis yang dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk, setelah menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan proyek sejak akuisisi pada tahun 2020. Ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional.
Advertisement
Advertisement
Setelah menyaksikan langsung proses produksi di ruang pengolahan, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyatakan bahwa produksi perdana ini merupakan tonggak penting bagi perekonomian Gorontalo. Dari sekitar 150 ribu ton material pasir yang diolah, perusahaan berhasil menghasilkan kurang lebih 14,73 kilogram emas pada tahap awal produksi. Capaian ini menunjukkan potensi besar dari Tambang Emas Pani.
Kehadiran Pani Gold Mine diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, investasi ini juga diharapkan memperkuat kapasitas fiskal daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Khususnya, masyarakat di Kabupaten Pohuwato akan merasakan langsung manfaat ekonomi dari operasional pertambangan ini.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie berharap investasi ini benar-benar memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Produksi emas perdana PGM melalui tahapan heap leaching menargetkan produksi sebesar 113.000 ounces emas. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahap beroperasinya carbon in Leach (CIL) yang menargetkan produksi emas sebesar 500.000 ounces.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie secara tegas menekankan bahwa aspek lingkungan tidak boleh diabaikan dalam proses produksi pertambangan. Kepatuhan terhadap ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi prioritas utama bagi seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Gorontalo. Hal ini untuk memastikan bahwa aktivitas pertambangan berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan agar perusahaan tetap patuh terhadap ketentuan AMDAL. Pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan guna mencegah dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional pertambangan.
Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pertambangan berjalan sesuai regulasi yang berlaku, transparan, dan bertanggung jawab. Komitmen Pemprov Gorontalo terhadap kepatuhan AMDAL di Tambang Emas Pani mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews