Pemkot Yogya Siapkan Skema Pengalihan Bus Pariwisata Sumbu Filosofi, Atasi Kepadatan Lalu Lintas

Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan skema pengalihan bus pariwisata dari Kawasan Sumbu Filosofi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan melestarikan warisan budaya dunia. Simak strategi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Yogya Siapkan Skema Pengalihan Bus Pariwisata Sumbu Filosofi, Atasi Kepadatan Lalu Lintas
Pemerintah Kota Yogyakarta merancang skema komprehensif untuk pengalihan bus pariwisata dari Kawasan Sumbu Filosofi, bertujuan mengurangi beban lalu lintas dan melestarikan warisan dunia. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogya) telah menyiapkan skema pengalihan bus pariwisata dari Kawasan Sumbu Filosofi. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai upaya mengatasi tekanan lalu lintas di area warisan budaya dunia tersebut. Skema ini melibatkan penataan parkir dan pengembangan Terminal Giwangan sebagai pusat relokasi.

Langkah strategis ini diambil untuk mengurangi dampak negatif pergerakan kendaraan besar, khususnya bus pariwisata, terhadap kelancaran mobilitas. Selain itu, kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas kawasan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata di Sumbu Filosofi. Pengendalian kendaraan menjadi tantangan utama dalam pelestarian warisan budaya dunia ini.

Pengalihan akan difokuskan pada pemanfaatan dan pengembangan Terminal Giwangan di wilayah selatan kota. Terminal ini akan diperkuat perannya sebagai simpul transportasi dan pintu masuk kota, sekaligus diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Proses penyusunan kawasan induk Terminal Giwangan telah melalui kajian mendalam selama lebih dari empat bulan.

Fokus Pengurangan Beban Lalu Lintas di Sumbu Filosofi

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyatakan bahwa salah satu tekanan terbesar datang dari pergerakan lalu lintas bus pariwisata. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga memengaruhi kualitas kawasan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata. Sumbu Filosofi Yogyakarta membentang dari Panggung Krapyak hingga Tugu Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta menilai pengendalian pergerakan kendaraan, khususnya bus pariwisata, menjadi tantangan utama. Kawasan Sumbu Filosofi telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, sehingga pelestariannya menjadi prioritas. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pengurangan tekanan kendaraan di kawasan ini adalah fokus utama kebijakan pemerintah kota.

Hasto Wardoyo juga menekankan bahwa langkah pengalihan bus harus didahului dengan perhitungan kapasitas dan skenario yang realistis. “Kalau fokus kita adalah mengurangi beban di Sumbu Filosofi, maka langkah-langkahnya harus konkret ke arah sana,” ujarnya. Pengurangan tekanan ini diharapkan secara otomatis akan mencegah bus masuk ke kawasan inti Sumbu Filosofi.

Peran Strategis Terminal Giwangan sebagai Solusi Pengalihan Bus Pariwisata

Kawasan Yogyakarta bagian selatan, dengan pusat di Terminal Giwangan, memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi dan pintu masuk kota. Agus Tri Haryono menjelaskan bahwa kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai terminal, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Kota Yogyakarta. Ini menjadi kunci dalam skema pengalihan bus pariwisata.

Terminal Giwangan telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kota dan menjadi lokus pembangunan prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah 2025–2029. Penguatan peran terminal ini diharapkan mampu mendukung pengalihan bus pariwisata. Tujuannya adalah agar aktivitas di kawasan inti Sumbu Filosofi tidak terganggu oleh kepadatan kendaraan besar.

Pengembangan kawasan Terminal Giwangan semakin terbuka setelah Pemkot Yogyakarta memperoleh hak pengelolaan lahan di sisi selatan terminal. Menurut Agus, hal ini memberikan peluang optimalisasi aset daerah secara terintegrasi. Optimalisasi ini mencakup fungsi transportasi, ekonomi, maupun pelayanan publik bagi masyarakat dan wisatawan.

Optimalisasi Aset dan Pembangunan Wilayah Selatan

Pengelolaan Kawasan Terminal Giwangan merupakan bagian integral dari perjalanan strategis dan prioritas pembangunan Kota Yogyakarta. Agus Tri Haryono menyebutkan bahwa ini khususnya untuk mendorong pemerataan pembangunan wilayah selatan dan penguatan struktur ekonomi kota. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Yogya dalam pengembangan kota secara menyeluruh.

Penyusunan kawasan induk Terminal Giwangan telah dilakukan melalui proses kajian selama lebih dari empat bulan. Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan perencanaan yang komprehensif. Partisipasi berbagai pihak sangat penting untuk keberhasilan implementasi program ini.

Wali Kota Hasto Wardoyo berharap skema pengalihan bus pariwisata ini dapat berjalan efektif. Dengan demikian, Sumbu Filosofi dapat tetap terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya dunia. Sementara itu, Terminal Giwangan akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru yang mendukung pariwisata dan ekonomi lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi