Pemkab Kediri Genjot Pembangunan Infrastruktur Gunung Kelud, Targetkan Kejayaan Wisata Kembali

Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan infrastruktur menuju kawah Gunung Kelud, menargetkan revitalisasi pariwisata dan pengembalian kejayaan destinasi alam ini. Proyek pembangunan infrastruktur Gunung Kelud ini diharapkan selesai pada tahun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Kediri Genjot Pembangunan Infrastruktur Gunung Kelud, Targetkan Kejayaan Wisata Kembali
Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan infrastruktur menuju kawah Gunung Kelud, menargetkan revitalisasi pariwisata dan pengembalian kejayaan destinasi alam ini. Proyek pembangunan infrastruktur Gunung Kelud ini diharapkan selesai pada tahun. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, secara serius melanjutkan pembangunan infrastruktur vital menuju kawah Gunung Kelud yang berada di ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl). Proyek ini berlokasi di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dengan tujuan utama menghidupkan kembali sektor pariwisata di kawasan tersebut. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini pada tahun 2026, sembari memastikan aspek keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.

Bupati Hanindhito tidak hanya fokus pada perbaikan jalan, tetapi juga meminta perhatian terhadap berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan. Hal ini termasuk fasilitas pendukung dan pengalaman pengunjung yang lebih baik di Gunung Kelud. Harapannya, destinasi wisata alam andalan Kabupaten Kediri ini dapat kembali mencapai masa kejayaannya seperti sebelum pandemi.

Selain Gunung Kelud, Pemkab Kediri juga mengarahkan perbaikan infrastruktur untuk menunjang objek wisata lain, seperti wisata air Ubalan di Kecamatan Plosoklaten dan wisata Gunung Wilis. Instruksi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan seluruh potensi pariwisata di wilayahnya. Bupati secara tegas menyatakan bahwa Gunung Kelud harus kembali seperti kondisi sebelum masa pandemi, menandakan target pemulihan yang ambisius.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa revitalisasi pariwisata Gunung Kelud adalah prioritas utama bagi pemerintah daerah. Ia menargetkan agar seluruh pembangunan infrastruktur pendukung selesai pada tahun 2026, memastikan akses yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Penekanan pada aspek keselamatan menjadi kunci dalam setiap tahapan pengerjaan proyek ini, mengingat karakteristik medan pegunungan.

Upaya ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik jalan, tetapi juga mempertimbangkan elemen-elemen lain yang dapat meningkatkan pengalaman wisatawan. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan mengembalikan citra Gunung Kelud sebagai destinasi favorit. Bupati berharap agar Gunung Kelud dapat kembali berjaya, memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan masyarakat sekitar.

Selain fokus pada Gunung Kelud, Pemkab Kediri juga memperluas cakupan perbaikan infrastruktur ke destinasi wisata lain yang potensial. Wisata air Ubalan di Plosoklaten dan wisata Gunung Wilis juga masuk dalam daftar proyek yang akan ditingkatkan. Langkah ini menunjukkan visi komprehensif pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata secara menyeluruh di Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud merupakan atensi khusus dari pemerintah kabupaten. Bupati Hanindhito Himawan Pramana telah memberikan instruksi untuk segera menuntaskan proyek ini. Pembangunan telah dimulai sejak tahun 2025 dan akan dilanjutkan pada tahun 2026.

Pada tahun 2025, anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp650 juta, bersumber dari APBD Kabupaten Kediri tahun 2025. Untuk anggaran tahun 2026, pihak Dinas PUPR akan melakukan evaluasi data terlebih dahulu untuk menentukan besaran alokasi yang dibutuhkan. Perbaikan infrastruktur ini juga telah masuk dalam rencana kerja Dinas PUPR untuk tahun 2026.

Pekerjaan pembangunan jalan pada tahun 2025 mencakup sepanjang 241 meter dengan lebar 4 meter, menuju kawah Gunung Kelud. Perbaikan ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan akses wisatawan, tetapi juga sangat penting untuk menunjang mobilitas petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang rutin melakukan pemantauan aktivitas gunung.

Dinas PUPR Kabupaten Kediri memilih menggunakan cor beton atau rigid pavement untuk perbaikan akses jalan menuju kawah Gunung Kelud. Pilihan material ini didasarkan pada pertimbangan kekuatan dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan aspal. Jalan cor beton dinilai lebih mampu menghadapi ancaman kerusakan akibat erupsi gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Selain itu, penggunaan cor beton juga meminimalisir risiko kerusakan jalan saat musim hujan tiba. Jalan aspal memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap pengikisan air dan longsor, terutama di daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Dengan cor beton, diharapkan infrastruktur jalan dapat bertahan lebih lama dan memerlukan perawatan yang lebih minim.

Pembangunan jalan akses menuju kawah Gunung Kelud dengan struktur cor beton sebenarnya sudah pernah dilakukan pada tahun 2019. Namun, pada saat itu, pekerjaan jalan hanya sampai tahap pengerasan CBT (cement treated base) sebelum masuk ke terowongan. Kondisi jalan tersebut kemudian mengalami kerusakan akibat tergerus air hujan dan faktor usia, sehingga perbaikan lanjutan menjadi sangat diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi