Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Ikan Sapu-Sapu yang Kini Diburu, Menilik Bahaya dan Manfaat Olahannya

{{caption}}
Pragmata Rilis di PC dan Konsol, Game Baru Capcom Ini Simpan Kejutan yang Bikin Penasaran

{{caption}}
Kebakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga di Grogol, Ditemukan Sepeda Listrik Sedang Dicharge

{{caption}}
Pengacara D4vd Yakin Kliennya Tak Bersalah Atas Kematian Celeste Rivas Hernandez, Simak Pembelaannya

{{caption}}
Koalisi Masyarakat Sipil Serahkan Surat Andrie Yunus ke Prabowo, Desak Bentuk TGPF Independen

{{caption}}
Usai Ditangkap, Ikan Sapu-Sapu Dimusnahkan dengan Cara Tak Biasa: Dibelah Sebelum Dikubur

Topik Terkait
{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun di Februari 2026

Penarikan utang tersebut telah dikurangi dengan pembiayaan non-utang sebesar Rp21,1 triliun.

{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Rp127 Triliun Pada Januari 2026

Realisasi itu lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada Januari tahun lalu, yang senilai Rp153,33 triliun atau 23,7 persen.

{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp570,1 Triliun per Oktober 2025, Defisit APBN Terjaga

Hingga Oktober 2025, Pemerintah Indonesia telah menarik utang baru sebesar Rp570,1 triliun untuk menutup defisit APBN. Angka ini setara 77,94 persen dari target, menunjukkan upaya menjaga stabilitas fiskal.

{{caption}}
Utang Indonesia Tembus Rp9.138 Trilun, Menkeu Purbaya: Masih Aman

Purbaya menjelaskan, lembaga pemeringkat menilai kemampuan fiskal suatu negara berdasarkan dua indikator, yakni deficit to GDP ratio dan debt to GDP ratio.

{{caption}}
Utang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun per Juni 2025

Suminto memandang level rasio utang terhadap PDB itu masih dalam aman. Lebih kecil dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia.

{{caption}}
Utang RI Saat Ini Masih Lebih Rendah dari Negara G20

Menurut Suminto, negara mengambil kebijakan berutang secara hati-hati untuk memastikan utang itu mendukung tujuan-tujuan pembangunan.

{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Rp463 Triliun Per 31 Agustus 2025

Thomas memaparkan, pasar domestik menunjukkan kinerja yang positif, utamanya pada surat berharga negara (SBN).

{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Rp349 Triliun Hingga 31 Mei 2025

Thomas menjelaskan, kinerja realisasi itu mencerminkan bahwa strategi pembiayaan fiskal dijalankan secara fleksibel dan terukur.

{{caption}}
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp304 Triliun Hingga 30 April 2025

Total realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp279,2 triliun atau 45,3 persen dari target APBN sebesar Rp616,2 triliun.

{{caption}}
Utang Pemerintah Capai Rp250 Triliun, Sri Mulyani: Bukan karena Kita Tak Punya Uang

Angka utang ini mencapai 40,6 persen dari total target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

{{caption}}
Janji Sri Mulyani, Bakal Hati-Hati Tambah Utang Negara

Sri Mulyani mencatat, realisasi pembiayaan utang mencapai Rp556,6 triliun di sepanjang 2024.

{{caption}}
Anak Buah Sri Mulyani Sebut Utang Pemerintah Tak akan Bebani Masyarakat Kelas Menengah

Rasio utang pada Agustus sendiri ini di bawah batas aman 60 persen PDB sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.

{{caption}}
Penerbitan Surat Utang Korporasi Indonesia Diprediksi Tembus Rp175 Triliun

Salah satu faktor utama yang menopang proyeksi tersebut adalah tingginya nilai surat utang yang akan jatuh tempo sepanjang sisa tahun ini.

{{caption}}
Utang Luar Negeri Indonesia Terus Naik, Kini Tembus Rp7.300 Triliun

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

{{caption}}
Menkeu Purbaya: Tambah Utang atau Krisis 1998, Pilih Mana?

Menkeu Purbaya menjelaskan penambahan utang darurat guna menyelamatkan perekonomian nasional.

{{caption}}
Moody’s Ubah Outlook Indonesia, Pengamat Nilai Penyesuaian Ekspektasi Makro

Para analis berpendapat keputusan Moody's untuk menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif akan berdampak sementara.

{{caption}}
Cekcok Masalah Utang, Petani Kopi di Sumsel Ditembak Berkali-kali lalu Ditusuk Temannya

Dalam keadaan tak berdaya, korban meminta pelaku mengasihani dan memintanya diantar berobat. Namun pelaku justru menusuknya.

{{caption}}
PLN Jawab Kabar Menyebut Utang Rp711 Triliun: Sini Kita Jelasin Pelan-Pelan

Jebolan ITB ini menegaskan, naiknya utang bukan berarti adanya kerugian dari PLN.

{{caption}}
Pelaporan SPT DJP Capai 11,29 Juta, Kemenkeu Targetkan 15 Juta Hingga Akhir April

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat Pelaporan SPT DJP Tahunan telah mencapai 11,29 juta hingga 16 April 2026. Simak target dan imbauan penting dari Kementerian Keuangan.

{{caption}}
DJBC Aceh Imbau Calon Haji Pedomani Ketentuan Barang Bawaan Haji Demi Kelancaran Kepulangan

Kantor Wilayah DJBC Aceh mengingatkan calon jemaah haji untuk memahami Ketentuan Barang Bawaan Haji sesuai PMK terbaru, demi kelancaran proses kepulangan dan menghindari kendala di bandara.

{{caption}}
KPK Ungkap Enam Barang yang Disita dari Faizal Assegaf Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan enam barang yang disita dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri Faizal Assegaf. **Penyitaan KPK Faizal Assegaf** ini diduga kuat terkait kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

{{caption}}
BI Komitmen Penuh Optimasi Operasi Moneter Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen penuh dalam optimasi operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, merespons depresiasi akibat ketidakpastian global dan konflik geopolitik.

{{caption}}
Pemerintah Indonesia Matangkan Insentif Kendaraan Listrik, Percepat Adopsi Nasional

Pemerintah Indonesia tengah serius mempertimbangkan Insentif Kendaraan Listrik, berdiskusi dengan regulator dan industri untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

{{caption}}
Realisasi Dana BOS Bengkulu Capai Rp223,74 Miliar, Dukung Mutu Pendidikan

Realisasi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp223,74 miliar hingga awal April 2026, menandakan komitmen pemerintah dalam mendukung mutu pendidikan.