Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang diundang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas kebijakan tarif impor baru.
Presiden Trump diketahui telah menetapkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk asal Indonesia. Pemerintah Indonesia segera merespons dengan menyiapkan delegasi untuk melakukan negosiasi langsung di Washington DC.
“Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat kesempatan pertama untuk diundang ke Washington,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (14/4).
Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait untuk menghadiri negosiasi tersebut. Perundingan akan berlangsung pada 16 hingga 23 April 2025.
Delegasi pertama yang akan bertolak ke Amerika Serikat adalah Menteri Luar Negeri Sugiono pada hari ini, disusul Airlangga Hartarto dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu pada Selasa (15/4). Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menyusul bertepatan dengan pertemuan Musim Semi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Luar Negeri juga dijadwalkan untuk bergabung dalam delegasi.
Airlangga menegaskan bahwa delegasi Indonesia siap melakukan negosiasi terkait kebijakan tarif impor dengan utusan Presiden Trump. Selain isu tarif, pertemuan juga akan membahas peluang kerja sama investasi, perdagangan, hingga sektor keuangan dan militer secara resiprokal.
“Selain perdagangan, juga akan dibahas investasi dan apa yang bisa menjadi kepentingan Indonesia dalam kerja sama ini,” tutupnya.