Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah 'Gaji' Peserta Program Kartu Pra Kerja Hingga Rp500.000 dalam 3 Bulan

Pemerintah 'Gaji' Peserta Program Kartu Pra Kerja Hingga Rp500.000 dalam 3 Bulan moeldoko kartu pra kerja. ©2019 Merdeka.com/aksara bebey

Merdeka.com - Pemerintah berencana memberi ongkos hidup bagi para pencari kerja, baik itu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga Rp500.000 per bulan. Syaratnya, mereka harus lulus kursus dari program kartu pra kerja.

"Mereka-mereka ini dilatih dulu masuk kursus, setelah itu dia mencari pekerjaan. Sambil mencari pekerjaan itulah pemerintah akan menyiapkan insentif kepada mereka kurang lebih antara sekitar Rp300.000-Rp500.000, paling lama tiga bulan," ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko usai rakor di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/9).

Untuk teknis penyaluran, Moeldoko berkata masih ada beberapa kemungkinan seperti lewat e-wallet atau pembukaan rekening bagi peserta. Jika lewat e-wallet, Moeldoko yakin tak akan ada biaya pengendapan.

Rekrutmen peserta kursus rencananya akan terbuka untuk semua usia. Nantinya, akan ada unit khusus (Project Management Offfice/PMO) yang mengatur keberlangsungan program kursus pra-kerja.

Moeldoko menyebut peserta akan bisa mendaftar lewat Kementerian Tenaga Kerja atau secara digital. Pertama, mereka harus menjawab beberapa pertanyaan, barulah peserta bisa mencari tempat kursus sesuai dengan minat dan lokasi mereka.

"Cara digital, (misal) saya mendaftar melalui gadget saya, aplikasi, nanti di aplikasi ada pertanyaan yang harus saya jawab. Oh saya dari Kediri, mau kerja di Kediri. Di Kediri ada tempat kursus yang bagus. Nanti diarahkan PMO," kata Moeldoko.

Pilihan kurikulumnya pun ada banyak, mulai dari membuat cappucino, cara menyetir truk berat, dan tak tertutup kemungkinan kursus programming. Pemerintah pun akan memantau data Jobstreet terkait pekerjaan yang tengah dicari.

Peserta pun akan dipantau oleh tempat pelatihan agar tidak hanya sekadar mendaftar. Perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak juga turut dirangkul demi mencari tempat kursus yang tepat. "Harapannya setelah kursus atau pelatihan mendapat pekerjaan. Itulah yang dimaksud kartu pra kerja," ujar Moeldoko.

Reporter: Tommy Kurnia Romy

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP