Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonom Nilai Kartu Pra Kerja Besutan Capres Jokowi Masih Belum Solid

Ekonom Nilai Kartu Pra Kerja Besutan Capres Jokowi Masih Belum Solid Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Ekonom CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto menyebut bahwa ide calon presiden 01, Joko Widodo mengenai Kartu Pra Kerja masih absurd dan tidak solid. Sebab, penjelasan mengenai kartu tersebut masih berubah-ubah dan tidak memiliki sasaran yang jelas.

"Kalau sekarang ada ide tentang kartu pra kerja, pertama ide soal kartu ini masih diubah-ubah. Dalam satu hari bisa berbeda antara yang disampaikan Jokowi dan timnya. Tetapi saya bisa katakan kartu ini belum merupakan ide yang solid, absurd," ujarnya di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (9/4).

Akbar mengatakan, ketidakjelasan yang dimaksud adalah sasaran penerapannya apakah sektor formal atau informal. Jika nantinya sasarannya formal maka akan semakin banyak pekerja informal yang beralih.

"Karena pertama, kita harus sadar soal kartu ini. Jika sasarannya formal, bukan mereka yang lulus dan ingin bekerja saja yang ingin tapi juga mereka yang sudah kerja tapi ingin bekerja formal. Bisa berpotensi orang akan lebih jual mahal cari kerja informal," jelasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi memberi penjelasan tentang Kartu Pra Kerja yang dipaparkannya dalam Konvensi Rakyat beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan, kartu ini dikhususkan untuk para anak muda lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, dan politeknik.

Hal ini dikatakan Jokowi saat menghadiri acara ngopi bersama milenial Sulawesi Tenggara di Kopi Haji Anto 2 Kendari, Jumat (1/3). Salah satu relawan sebelumnya meminta penjelasan kepada Jokowi terkait hal ini.

"Mengenai kartu pra kerja, kartu ini kita siapkan untuk anak-anak muda yang lulus dari SMA atau SMK maupun yang lulus dari politeknik/perguruan tinggi untuk bisa masuk ke industri untuk dapat pekerjaan," jelas Jokowi.

Menurut dia, para pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga di luar negeri.

"Semua dikerjakan oleh instruktur yang punya kualifikasi yang bagus. Sehingga begitu lulus training mestinya kalau training bagus gampang sekali masuk dunia kerja," ucap dia.

Dia mengatakan, pemegang kartu pra-kerja yang belum mendapat pekerjaan, meskipun telah mengikuti pelatihan tak perlu khawatir. Jokowi menjelaskan bahwa pemegang kartu ini tetap akan mendapatkan gaji.

"Kalau belum dapat pekerjaan kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji gitu. Tapi jumlahnya berapa, masih kita rahasiakan," kata Jokowi disambut tepuk tangan dari para relawan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP