Pemerintah Awasi Kendaraan yang Isi Solar Subsidi Melebihi Kuota

Selasa, 26 November 2019 20:55 Reporter : Merdeka
Pemerintah Awasi Kendaraan yang Isi Solar Subsidi Melebihi Kuota solar. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memperketat pengawasan penyaluran solar subsidi, dengan menertibkan kendaraan yang mengonsumsi solar secara tidak wajar dari sisi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, jika konsumsi solar subsidi melebihi kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019, maka akan dilakukan pengetatan pengawasan.

"Kalau melebihi kuota, kita akan melakukan pengawasan," kata Djoko, dalam Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Selasa (26/11).

Djoko mengungkapkan, pengawasan akan fokus pada kendaraan yang mengisi solar subsidi dengan volume tidak wajar, hal ini dicurigai akan disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak mengonsumsi.

"Ada konsumsi di luar kewajaran. Misalnya ada satu mobil terekam mengonsumsi 700 liter. Ada yang 250, ini yang mau kita tertibkan," tutur Djoko.

Menurut Djoko, pemerintah tidak segan menjatuhkan hukuman bagi pihak yang kedapatan menyalahgunakan solar subsidi, karena merugikan negara. "Gunakan hukum lah. Kan tidak wajar. Kita sudah ada rekapnya,"‎ tandasnya.

1 dari 1 halaman

Tambah Kuota Solar Subsidi

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, konsumsi solar subsidi lebih tinggi dari kuota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019, sehingga diperkirakan akan habis pada akhir November.

"Solar subsidi memang betul realisasi penjualan melebihi kuota, kalau dihitung akan habis akhir November," kata Nicke, di sela acara Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Selasa (26/11).

Menurut Nicke, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memutuskan untuk menambah kuota solar subsidi. Setelah adanya kepastian tersebut, Pertamina kembali menyalurkan solar subsidi secara normal.

"Dari ESDM dan BPH Migas sudah menyampaikan ke semua pihak ditambah kuotanya. Persediaan ada saat pemerintah akan menambah kami menyalurkan lagi," tuturnya.

Meski kuota solar ditambah, Nicke mengingatkan masyarakat agar mengonsumsi solar subsidi secara wajar, juga bagi masyarakat yang mampu tidak berhak menggunakan solar subsidi. "Kami berharap ini subsidi, subsidi pakai uang negara juga, kami harapkan pihak yang berhak menggunakan solar subsidi ini dengan volume yang wajar penggunaan yang wajar," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pemerintah Putuskan Tambah Kuota Solar Subsidi
Kementerian ESDM Surati Sri Mulyani Ubah Formula Hitung Harga Solar Subsidi
AKR Siap Kembali Salurkan Solar Bersubsidi di 2020
AKR Limpahkan Penyaluran Solar Subsidi ke Pertamina
Asosiasi Pengusaha Truk Sebut Tak Ada Kelangkaan Solar di Balikpapan
Menteri ESDM: Kuota Solar Subsidi Belum Habis

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini