Pembangunan mega proyek jembatan terpanjang Papua rampung tahun depan
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono bersama rombongan meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua. Proyek infrastruktur yang dikunjungi diantaranya pembangunan jembatan Holtekamp-Hamadi di Kota Jayapura, dan pengerasan lereng atau bukit sepanjang Jalan Raya Sentani-Kabupaten Jayapura.
Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan untuk proyek infrastruktur jembatan Holtekamp pihaknya mengupayakan percepatan pembangunan, yakni pada akhir tahun ini atau paling lambat 2018 sudah selesai. Jembatan yang berada di Jayapura ini menelan biaya pembangunan mencapai Rp 1,6 triliun.
"Pembangunan jembatan Holtekamp seharusnya selesai dibangun pada 2019, namun tengah kami upayakan percepatannya, bahkan tadi sempat menghubungi PT PAL Indonesia di Surabaya tempat perakitan jembatan," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/9).
Menurut Menteri Basuki, pembangunan jembatan terpanjang di Papua ini tidak banyak mengalami kendala dalam pengerjaannya. Masalah hanya sebatas pengiriman jembatan melalui jalur laut yang kerap terhambat faktor cuaca.
"Sedangkan untuk tanah dan hak ulayat sudah tidak ada masalah, di mana jika jembatan selesai dibangun maka kami akan fokus pada jalan-jalan penghubung di sekitarnya," ujarnya.
Jembatan ini akan memiliki panjang 732 meter dan pembangunan sudah dimulai sejak 2015. Jembatan Holtekamp-Hamadi menjadi salah satu mega proyek di kawasan Indonesia Timur dan menjadi komponen penting Trans Papua.
Sedangkan, untuk proyek pengerasan lereng di sepanjang Jalan Raya Sentani, merupakan salah satu upaya Kementerian PUPR untuk mengantisipasi terjadinya longsor.
"Jadi kami ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bukan kebersihan sehingga hendak menangani misalnya tebing-tebing yang rawan longsor, di mana biasanya ketika longsor baru dibersihkan, sekarang kami mencoba mengantisipasi agar tidak rawan longsor, meskipun nantinya longsor pun sudah ditangani secara 'engineering' atau ilmu keteknikan," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya