Pelonggaran Penggunaan Masker Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kebijakan itu akan mendorong pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejak munculnya virus corona telah terdampak lebih dulu.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Pelonggaran Penggunaan Masker Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata
Suasana jam pulang kantor di masa PSBB transisi. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan masyarakat beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker. kebijakan ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Indonesia semakin terkendali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kebijakan itu akan mendorong pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejak munculnya virus corona telah terdampak lebih dulu.

"Ini adalah berita besar bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (18/5).

Dia menjelaskan, kebijakan ini akan mempermudah kerja sama pariwisata yang dilakukan dengan pemerintah Singapura. Apalagi pemerintah juga mencabut kebijakan kewajiban tes PCR/antigen sebagai syarat perjalanan domestik dan internasional.

Untuk itu, Indonesia telah membuka perbatasan dengan Singapura melalui Batam-Bintan. Adanya pembukaan ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Singapura untuk mengembangkan kolaborasi terkait wisata olahraga, ecotourism, wisata kesehatan, dan pengembangan produk-produk ekonomi kreatif.

"Daripada kita bersaing, saya pikir akan lebih baik jika kita berkolaborasi bersama. Saya tahu peluang pasar di sektor-sektor ini sangat besar, jadi mari kita berkolaborasi dan saya harap akan ada investasi yang datang dari Singapura," tutur Sandiaga.

Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong menyambut baik rencana kerja sama yang diusulkan Sandiaga. Lawrence mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Indonesia untuk mengembangkan sektor parekraf yang lebih baik dari masa sebelum pandemi COVID-19.

"Kini pariwisata Singapura telah mencapai 50 persen dari capaian sebelum COVID-19, jadi saya harap tahun depan dapat menyamai bahkan melebihi capaian sebelum Covid-19," kata dia.

Lawrence melanjutkan jika sektor pariwisata telah pulih, maka Indonesia dan Singapura dapat saling menguntungkan satu sama lain. Utamanya di bidang cruise, paket penerbangan dan peluang kerja sama lainnya.

Rekomendasi