Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pedagang Pasar Minta Diberikan Akses Beli Barang Langsung dari Pabrik

Pedagang Pasar Minta Diberikan Akses Beli Barang Langsung dari Pabrik Pasar tradisional. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemerintah memperhatikan aspek suplai barang bagi pedagang pasar dengan harga yang kompetitif. Misalnya dengan memberikan akses pedagang untuk mendapatkan barang langsung dari pabrik.

Tujuannya agar jalur yang dilewati barang pedagang tersebut tidak terlalu panjang, dan menghindari adanya biaya yang terlalu membengkak.

"Fasilitasi akses sumber barang yang kompetitif, atau setidaknya APPSI dilibatkan untuk bisa lewat langsung ke pabriknya, ini untuk menghindari adanya kartel-kartel dalam jalur dagangnya," kata Ketua Umum APPSI, Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (14/9).

Selain itu, dia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan besaran retribusi pasar yang diambil dari pedagang. Dia mengatakan, pedagang merasa tercekik dengan jumlah retribusi yang harus terus dibayar, apalagi pendapatan tengah mengalami penurunan.

Menurut pantauannya, sudah ada beberapa kota atau kabupaten yang telah menerapkan pemotongan retribusi pasar. Namun, hal itu tak bisa bergantung hanya pada wilayah tertentu. Dia minta peraturannya jelas untuk seluruh pasar tradisional yang terdampak Covid-19.

"Omzet turun, pendapatan turun, semua turun, bukan hanya pedagang, kami ingin, ada perhatian khusus dari pemerintah khususnya pemotongan retribusi, kami ingin tidak ada yang berbeda-beda dalam penerapan aturannya, kami ingin kebijakan yang jelas," katanya.

Dia juga mendengar kabar terkait program revitalisasi pasar dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk pasar desa dan kecamatan. Selaku asosiasi pedagang yang tersebar di sekitar 300 kabupaten dan kota, dia meminta pihaknya kembali dilibatkan.

"Kami ingin program itu dilibatkan, karena kami tahu pasar mana yang layak dan tidak layak, bahkan kami komitmen jika kami yang harus membangunnya," katanya.

Selain dalam pembangunan, dia juga meminta keterlibatan dalam manajemen pengelolaan pasar. Sehingga APPSI bisa menjadi organisasi yang menaungi pasar-pasar, harapannya bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh pedagang pasar.

Turunnya Nilai Transaksi

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW APPSI Jawa Barat, Nandang Sudrajat mengatakan bahwa nilai transaksi di pasar dalam lingkup pantauannya mengalami penurunan nilai transaksi. Hal ini bahkan terjadi sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

Dia mengatakan, dengan adanya covid-19 saat ini, kondisi nya kembali memperburuk para pedagang di pasar.

"Nilai transaksi, sebelum pandemi turun, 20-30 persen, saat ini nilai transaksi yang ada di pasar tradisional untuk bahan pokok turun 50-60 persen, bahkan sektor fashion sisa 10 persen," katanya.

Guna mengatasi hal itu, dia meminta pemerintah mau untuk kembali menekan daya beli masyarakat untuk bisa belanja ke pasar tradisional guna mengangkat kembali aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Selain itu, dia juga meminta kalau pemerintah mengembalikan fungsi negara dalam mengembalikan sumberdaya bermuara kepentingan rakyat banyak, dengan melakukan subsidi dan proteksi secara terukur. Kepada

Kemudian, melakukan perlindungan konkret dengan melahirkan regulasi yang berpihak kepada pasar dan UMKM. Serta menyediakan bantuan modal yang mudah dan murah. "Karena saat ini banyaknya pedagang pasar itu mengakses modal dari rentenir yang mana biayanya mahal, bukan tidak minat KUR, tapi tak semua bisa akses KUR dari bank," tutupnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP