PBB & IMF Sentil Jokowi soal Pembangkit Listrik Masih Gunakan Batubara

Rabu, 20 November 2019 20:55 Reporter : Merdeka
PBB & IMF Sentil Jokowi soal Pembangkit Listrik Masih Gunakan Batubara Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan sejumlah tokoh dunia untuk mengurangi penggunaan batubara di sektor kelistrikan. Menjawab permintaan tokoh dunia ini, Jokowi menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih dibutuhkan di Indonesia.

Jokowi mengatakan, dalam pertemuan ASEAN Summit di Bangkok, dirinya diingatkan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guiterez, untuk berhati-hati dalam penggunaan batubara di sektor kelistrikan.

"Dia mengajak saya untuk mulai, ternyata, beliau mengajak saya agar Indonesia mengurangi penggunaan batubara untuk pembangkit tenaga listrik. Ternyata arahnya ke sana," kata Jokowi saat menghadiri pemberian penghargaan IMA di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta, Rabu (20/11).

‎Jokowi pun menanggapi hal tersebut, dengan menjawab batubara untuk sektor kelistrikan masih dibutuhkan. Namun, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) terus dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada disetiap daerah.

"Ya saya jawab, sekarang masih dibutuhkan‎. Nanti kalau kita swicth ke EBT baik yang sudah kita coba, tenaga angin di Sidrap, Jeneponto, kemudian hydropower yang juga beberapa kita jajaki di Mambramo, Sungai Kayang di Kaltara, atau juga yang berkaitan dengan Geotermal yang memiliki potensi 29.000 MW yang digunakan belum ada 2.000 MW. Arahnya akan ke sana. Itu pertemuan dengan Sekjen PBB," papar Jokowi.

1 dari 1 halaman

IMF Juga Ingatkan Jokowi

Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christalina juga mengingatkan Jokowi untuk mengurangi penggunaan batubara. "Saya jawab sama, ya saya tahu nanti akan kita arahkan penggunaan EBT baik hydropower baik angin, solar cell, atau geotermal, dan lain-lain,"ujarnya.

Menurut Jokowi, mengubah penggunaan batubara ke EBT dilakukan secara bertahap. Dia pun kembali menekankan, Indonesia sedang menuju penggunaan energi ramah lingkungan.

"Karena memang untuk mengubah langsung saya kira kita butuh tahapan-tahapan. Tapi yang perlu kita garis bawahi bersama bahwa dunia sudah menuju kepada energi yang ramah lingkungan," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Pemerintah Gandeng Perusahaan China Bangun PLTG di Bali
ESDM: Ibu Kota Baru Butuh Tambahan Pembangkit Listrik 1.555 MW
China Construction Bank Kucurkan USD 16 Juta Biayai PLTSa Solo
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Solo Ditargetkan Beroperasi 2021

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini