Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paket Belanja Online Menggunung di Gudang, Segini THR Diterima Kurir

Paket Belanja Online Menggunung di Gudang, Segini THR Diterima Kurir Paket Belanja Online Menggunung. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah sudah memutuskan agar setiap perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada setiap pegawainya. Aturan pemberian THR pun sudah diatur pemerintah. Sayangnya, tidak semua perusahaan menjalankan kewajibannya membayarkan THR.

Didik, salah satu petugas gudang perusahaan jasa pengiriman barang di Jakarta Utara mengaku tidak pernah mendapatkan THR dari tempatnya bekerja. Padahal dia sudah bekerja bertahun-tahun di sana.

"Kalau orang (pegawai) gudang itu enggak ada THR," ungkapnya saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Selasa (18/4).

Sebagai pegawai gudang, tugas utama Didik memilah paket berdasarkan wilayah distribusi barang. Namun, demi mendapatkan penghasilan tambahan, dia juga ikut menjadi kurir tambahan. Mengingat jumlah barang yang dikirim di bulan Ramadan atau menjelang lebaran mengalami lonjakan.

"Bayarnya per paket. Satu paket ada yang Rp1.500 atau Rp2.500. Kalau barangnya di atas 3 kilo, upahnya Rp3.000 per paket," tutur Didik.

Dalam sehari, Didik menargetkan mengantar 200 paket. Namun 200 paket tersebut belum tentu habis dikirim dalam sehari karena terbatasnya jumlah barang yang dibawa di dalam motornya.

"Paling enggak saya bawa 100 paket, sebagian disimpan dulu, nanti kalau sudah habis baru balik lagi ambil yang di gudang katanya," ungkap dia.

THR hanya untuk Kurir Paket

Berbeda dengan karyawan gudang yang tidak mendapatkan THR, kurir paket justru mendapatkan THR. Namun THR yang diterima hanya gaji pokok saja, yakni sekitar Rp2 juta.

"Kalau kurir biasanya bulan gaji sekitar Rp2 juta," kata dia.

Didik mengatakan gaji pokok kurir paket memang tidak banyak. Namun selain menerima gaji pokok, mereka juga mendapatkan beberapa tunjangan lain seperti insentif, bonus atau komponen gaji lainnya yang dibayarkan pada tanggal yang berbeda dari pembayaran gaji.

"Jadi kalau THR gapok aja, enggak pakai insentif atau bonus," kata dia.

Hanya saja, Didik menambahkan aturan kebijakan tiap agen berbeda. Tergantung dari potensi pendapatan yang akan didapat dari jumlah paket yang diterima.

"Jadi kalau dari agen itu tergantung bosnya juga, dia harus hitung paket yang diterima per hari juga, tapi biasanya bisa membayar 1 bulan gaji," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP