OJK Ungkap Sebab Penetrasi Asuransi Indonesia Tertinggal di Asia Tenggara
Merdeka.com - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi, mengatakan daya saing asuransi Indonesia masih tertinggal. Sebab, jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, penetrasi asuransi di Indonesia masih kurang dari 2 persen.
"Ini masih rendah jika dibandingkan dengan penetrasi di negara ASEAN. Seperti negara Thailand yang sudah mencapai 4,99 persen, Malaysia 4,72 persen dan Vietnam 2,24 persen," katanya dalam webinar, Kamis (24/9).
Dia mengatakan, daya saing industri asuransi di Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor utama. Salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan asuransi umum dan reasuransi adalah dukungan permodalan.
"Ini menjadi salah satu faktor penting minimnya atensi risiko asuransi di dalam negeri dan ini tentu mengarah juga ke defisit transaksi berjalan di sektor industri asuransi," katanya.
Butuh Dukungan Permodalan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRiswinandi berharap, dukungan permodalan dari pemerintah demi mengatasi gap size perusahaan reasuransi domestik, dan makin kreatifnya perusahaan asuransi umum dalam memaksimalkan skema business to business (B2B) untuk membantu reasuransi domestik tetap tumbuh.
Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan oleh Komisaris Utama Nasional Reinsurance, Toto Pranoto. Dia mengatakan bahwa kapasitas reasuransi lokal masih relatif rendah dibandingkan beberapa perusahaan regional seperti, Everest Reinsurance asal Singapura dan National Reinsurance Corporation asal Filipina.
Maka dari itu, Toto mengharapkan adanya perusahaan reasuransi besar dalam negeri yang mampu bersaing di skala internasional.
Reporter Magang : Brigitta Belia
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya