OJK sebut aturan perbankan RI lebih bagus dibanding Jepang dan AS
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim regulasi atau aturan perbankan di Indonesia lebih bagus dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang. Ini terbukti dari keuangan perbankan seperti permodalan dan likuiditas yang terjaga sangat baik.
Hal ini sekaligus menangapi kembali munculnya kasus fraud yang terjadi di bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau plat merah yang menimbulkan kerugian nasabah hingga Rp 258 miliar beberapa waktu lalu.
"Regulasi kita itu sudan common practice yah, regulasi kita itu malah lebih bagus dibandingkan regulasi perbankan di Eropa dan bahkan AS serta Jepang. Bahkan seperti permodalan kita termasuk terbaik nomor dua, dan likuiditas juga terbaik, karena kita lebih lekat," kata Direktur Pengawasan Bank II, Anung Herlianto EC akhir pekan ini.
Melihat adanya kejadian-kejadian tersebut OJK sendiri kata Anung akan melihat internal kontrol di seluruh bank. Selain itu, OJK akan melakukan penyesuaian kembali terhadap aturan-aturan pengawasan perbankan, terutama pada sistem pengawasan internal perbankan itu sendiri guna meredam aksi pembobolan.
Sebelumnya, Kepala Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK, Sukarela Batunanggar mengatakan, ketahanan perbankan dalam mengantisipasi potensi terjadinya fraud sudah cukup bagus. Pasalnya setiap bank punya internal kontrol yang dapat meminimalisir potensi fraud.
"Kita punya aturan manajemen resiko, dan internal kontrol. Dan di bank juga punya itu."
Menurutnya, munculnya fraud ada beberapa tipe. Bisa yang datang dari eksternal dan internal. Untuk yang dari eksternal bisa datang dari hacker sementara untuk internal datang dari orang dalam. "Namun yang paling bahaya itu jika orang dalam bekerja sama dengan orang luar," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya