OJK Jateng Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Pelatihan Babinsa Se-Jawa Tengah dan DIY

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah gencar memperkuat literasi keuangan OJK Jateng dengan melatih ribuan Babinsa di Jateng dan DIY, bertujuan melindungi masyarakat dari praktik ilegal dan penipuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Jateng Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Pelatihan Babinsa Se-Jawa Tengah dan DIY
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah gencar memperkuat literasi keuangan Babinsa melalui pelatihan intensif. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal dan pinjaman online merugikan. (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan. Inisiatif ini diwujudkan melalui program pelatihan khusus bagi jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya ini bertujuan untuk memberdayakan Babinsa sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jateng, Taufik Andriawan, menjelaskan pentingnya dukungan berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan TNI Angkatan Darat, khususnya para Babinsa, yang memiliki peran vital dalam menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Peningkatan literasi keuangan menjadi kunci untuk mencegah kerugian finansial.

Program Training of Trainers (ToT) ini telah diikuti oleh 3.400 personel Babinsa, menunjukkan skala komitmen OJK dan mitra. Kegiatan ini diselenggarakan atas sinergi OJK Jateng dengan Kodam IV/Diponegoro, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (BPD Jateng).

Peran Strategis Babinsa dalam Edukasi Keuangan

Babinsa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi dan permasalahan yang ada di lapangan, menjadikan mereka figur yang dipercaya. Dengan bekal pengetahuan keuangan yang memadai, Babinsa diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang kredibel.

Taufik Andriawan menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan adalah langkah krusial untuk membentengi masyarakat. "Peningkatan literasi keuangan merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal, penipuan, dan pinjaman online yang merugikan," ujarnya. Ini menunjukkan urgensi peran Babinsa dalam menyebarkan informasi yang benar.

Melalui pemahaman yang baik tentang produk dan layanan jasa keuangan, Babinsa dapat membantu warga mengelola keuangan dengan bijak. Mereka juga berperan aktif dalam mencegah masyarakat menjadi korban penipuan serta aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi. Edukasi ini sejalan dengan tugas mulia Babinsa dalam pembinaan teritorial dan penyuluhan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Literasi Keuangan

Kolaborasi antara OJK Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Bank Indonesia Jateng, dan BPD Jateng mencerminkan komitmen bersama. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih aman dan teredukasi bagi masyarakat Jawa Tengah dan DIY. Program ToT ini menjadi bukti nyata dari upaya kolektif tersebut.

Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, menyoroti keunggulan Babinsa dalam program ini. "Babinsa memiliki pemahaman yang paling dekat dan mendalam terhadap kondisi, serta permasalahan di lapangan," katanya. Hal ini memungkinkan Babinsa berfungsi sebagai teladan sekaligus penggerak perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan masyarakat.

Program ToT ini secara otomatis menjadikan para Babinsa sebagai duta literasi keuangan di komunitas mereka. Mereka diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi melanjutkan edukasi hingga ke desa-desa. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan dan praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi