Nilai Tukar Rupiah Stagnan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 22 November 2019 17:04 Reporter : Idris Rusadi Putra
Nilai Tukar Rupiah Stagnan Jelang Akhir Pekan Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup stagnan usai bank sentral menahan suku bunga acuan pada Kamis (21/11) lalu.

Rupiah ditutup stagnan di level Rp14.092 per USD seperti posisi hari sebelumnya.

Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, ditahannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.

"Mungkin ada juga efek dari bank sentral menahan suku bunga acuannya. Tapi kami menilai keputusan BI sudah tepat," ujar Rully.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5 persen.

Bank sentral juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3 persen, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

BI menyebut kebijakan tersebut ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, pasar tampaknya masih khawatir atas status negosiasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

"Selain suku bunga acuan BI, sentimen bagi rupiah hari ini masih terkait "trade war"," kata Rully.

1 dari 1 halaman

Update Kondisi Global

Kabar terakhir, Presiden China Xi Jinping akhirnya buka suara terkait perang dagang dengan AS. Xi Jinping mengatakan bahwa sebenarnya dia ingin menghindari perang dagang namun akan melawan jika dibutuhkan.

Jika Trump menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran di Hongkong, maka perang dagang diperkirakan kembali memanas.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.100 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.090 per USD hingga Rp14.105 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, Rupiah menguat menjadi Rp14.100 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.112 per USD. [idr]

Baca juga:
Dipengaruhi Keputusan RDG Bank Indonesia, Rupiah Melemah ke Rp14.101 per USD
BI Catat Rupiah Alami Pelemahan 0,41 Persen pada November 2019
Rupiah Melemah Akibat Tak Jelasnya Penyelesaian Perang Dagang AS-China
Besok, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan ke Level Rp14.062 per USD
Rupiah Melemah ke Level Rp14.091 Dipicu Perang Dagang AS-China
Rupiah Melemah ke Level Rp14.078 per USD Dipicu Sentimen Domestik

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini