Mundur Dari Target Jokowi, Runway Ketiga Bandara Cengkareng Beroperasi Pada Agustus

Minggu, 21 Juli 2019 15:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Mundur Dari Target Jokowi, Runway Ketiga Bandara Cengkareng Beroperasi Pada Agustus Budi Karya Sumadi. ©2016 merdeka.com/mitra ramadhan

Merdeka.com - Landasan pacu atau runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno Hatta baru akan beroperasi pada Agustus mendatang. Pengoperasian tersebut mundur dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu akhir Juli ini.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, sebenarnya runway tersebut dapat dioperasikan sesuai target Jokowi. Namun masih ada sedikit persiapan yang perlu dilakukan sehingga pengoperasian dijadwalkan paling lambat pertengahan Agustus mendatang.

"Sebenarnya akhir Juli bisa, tapi kami akan persiapkan. Kami akan usulkan paling lambat pertengahan Agustus bisa beroperasi," kata dia seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/7).

Menhub Budi mengungkapkan bahwa secara fisik, landasan pacu ketiga sebenarnya sudah siap digunakan, namun perlu penyempurnaan dari sisi koordinasi dan juga prosedur operasional standarnya.

"Sebenarnya sekarang bisa, tapi saya pikir lebih baik bila sempurna. Mengoordinasikan dengan AirNav dan sebagainya beberapa hal yang minor," tambahnya.

Oleh karena itu, pengoperasian runway baru tersebut akan dilakukan bertepatan dengan hari raya kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus. "Kita harapkan bisa beroperasi, memperingati 17 Agustus nanti. Sekarang juga bisa, jadi apa yang diharapkan Presiden sudah siap, tapi SOP (Prosedur Operasional Standar) dan sebagainya kan kita harus sosialisasi dengan airline, karena jenis pesawat yang bisa di sini kan belum semuanya," ujarnya.

Landasan pacu ketiga tersebut diklaim bisa didarati pesawat berbadan besar, seperti Boeing 777, dengan spesifikasi ketebalan landasan pacu lebih baik yakni PCN 86. Dengan demikian, seluruh landasan pacu bisa didarati pesawat berbadan besar sekaligus menambah kapasitasnya. Pergerakan pesawat mendarat dan tinggal landas juga bisa meningkat 30 persen atau dari 81-83 pergerakan per jam menjadi 114 pergerakan per jam.

"Kalau rekan-rekan lihat di runway dua, terdapat cukup banyak antrean, lima kadang tujuh. Sekarang kemampuan dari Soetta (Soekarno-Hatta), satu jam itu kira-kira 81 take off-landing. Dengan kapasitas itu, memang kita belum bisa membuat kecepatan jadi lebih baik, oleh karenanya kita diamanahkan untuk membangun runway ketiga. Harapannya bisa akan tambah, dari 81 jadi 114," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini