Moeldoko: Tiap Satu Tahun Terjadi Penyusutan Lahan Pertanian 128 Ribu Hektar

Minggu, 17 Februari 2019 16:54 Reporter : Dwi Aditya Putra
Moeldoko: Tiap Satu Tahun Terjadi Penyusutan Lahan Pertanian 128 Ribu Hektar Kepala Staf Presiden Moeldoko. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui bahwa alih fungsi lahan masih menjadi masalah serius karena menyangkut ketahanan pangan. Sebab, setiap tahunnya lahan yang ada di Indonesia telah terjadi penyusutan hingga mencapai 100 ribuan hektar.

"Karena sekarang ini, satu sisi jumlah penduduk kita semakin banyak, pada sisi yang lain ada penyusutan luas lahan baku kurang lebih 128 ribu hektar dalam satu tahun. Ini kondisi ini harus disiasati," kata Moeldoko saat ditemui di Kantor HKTI, Jakarta, Minggu (17/2).

Moeldoko mengakui, berbagai persoalan lahan kerap muncul sehingga menjadi isu nasional yang hangat. Adapun penyebab terjadinya penyusutan tersebut juga karena infrastruktur pertanian saat ini dinilai kurang tertangani dengan baik.

"(Infrastruktur pertanian) kurang tertangani dengan baik sehingga apa? Lahan-lahan yang ada sekarang itu kurang begitu produktif karena pengairannya tidak terencana dengan baik," kata Moeldoko.

Terkait alih fungsi lahan, pemerintah sendiri sudah menyadari akan hal tersebut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencatat 150.000 sampai 200.000 hektare lahan tiap tahunnya beralih fungsi. Kementerian ATR ingin segera ada peraturan presiden (Perpres) untuk menghentikan alih fungsi lahan ini.

Sementara, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) luas lahan baku sawah terus menurun. Pada 2018, luas lahan tersisa 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini