Meski Tumbuh 4,94%, OJK Prediksi Perekonomian Sulsel Melambat di 2025: Sektor Pertanian Tetap Jadi Tulang Punggung

Perekonomian Sulsel tumbuh 4,94% pada Triwulan II-2025, namun OJK Sulselbar memproyeksikan perlambatan. Sektor pertanian masih dominan. Bagaimana dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Meski Tumbuh 4,94%, OJK Prediksi Perekonomian Sulsel Melambat di 2025: Sektor Pertanian Tetap Jadi Tulang Punggung
Perekonomian Sulsel tumbuh 4,94% pada Triwulan II-2025, namun OJK Sulselbar memproyeksikan perlambatan. Sektor pertanian masih dominan. Bagaimana dampaknya? (AntaraNews)

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengungkapkan data terbaru. Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan II-2025 mencatat pertumbuhan 4,94 persen. Namun, angka ini menunjukkan sedikit perlambatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Muchlasin dalam acara Financial Expo (FinExpo) 2025 di Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan OJK Sulselbar bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi basis utama perekonomian daerah. Kontribusinya mencapai 24,27 persen dari total PDRB.

Meskipun ada indikasi perlambatan, sektor jasa keuangan di Sulsel menunjukkan kinerja positif. Peningkatan aset perbankan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit menjadi indikatornya. OJK terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Tengah Perlambatan Perekonomian Sulsel

Di tengah proyeksi perlambatan perekonomian Sulsel, sektor jasa keuangan justru menunjukkan tren yang menggembirakan. Aset perbankan di wilayah ini berhasil meningkat sebesar 5 persen. Total aset perbankan kini mencapai Rp229 triliun, menunjukkan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan signifikan. DPK tumbuh sebesar 6,44 persen, menandakan peningkatan tabungan masyarakat. Sementara itu, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan sebesar 4,16 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih berjalan dengan dukungan pembiayaan.

Pasar modal di Sulawesi Selatan tidak ketinggalan dalam menunjukkan performa positif. Jumlah investor di Sulsel meningkat tajam sebesar 17,37 persen. Kini terdapat lebih dari 343 ribu single investor identification (SID) di wilayah tersebut. Nilai transaksi di pasar modal bahkan mencapai angka Rp16,29 triliun.

Selain perbankan dan pasar modal, sektor lain dalam industri jasa keuangan juga mengalami pertumbuhan. Perusahaan pembiayaan, asuransi, dan dana pensiun di daerah ini mencatatkan kinerja yang signifikan. Hal ini memperkuat ekosistem keuangan yang stabil dan berkembang di Sulsel.

Strategi OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulsel

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak tinggal diam dalam menghadapi dinamika perekonomian Sulsel. Bersama Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan seluruh industri jasa keuangan, OJK terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Upaya ini krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Salah satu inisiatif utama adalah melalui Financial Expo (FinExpo) 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digagas OJK Sulselbar bersama FKIJK Sulselbar. FinExpo dirancang sebagai platform interaktif yang tidak hanya pameran.

Kegiatan FinExpo 2025 menawarkan berbagai aktivitas edukasi dan business matching. Masyarakat juga dapat langsung membuka tabungan dan mengakses pembiayaan. Selain itu, mereka dapat mengenal lebih jauh produk keuangan digital yang semakin berkembang pesat.

Mochammad Muchlasin berharap momentum FinExpo ini dapat menjadi ajakan kolektif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di semua lapisan masyarakat. Optimalisasi peran sektor jasa keuangan diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi