Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski harga minyak melonjak, BBM subsidi diisyaratkan tetap

Meski harga minyak melonjak, BBM subsidi diisyaratkan tetap Antrean BBM. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pemerintah mengisyaratkan belum akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Meski tren harga minyak dunia tengah melonjak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati khawatir penaikan harga BBM subsidi bakal mendongkrak inflasi. Mengingat, efek penaikan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 900 volt ampere pada awal Maret lalu masih bakal terasa hingga beberapa bulan ke depan.

"Dalam UU APBN diamanatkan barang-barang yang diatur pemerintah seperti elpiji, listrik, BBM subsidi. Kami akan menjaga kebijakan ini agar tidak menciptakan distraction (gangguan)," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (27/4).

Dia memastikan bakal berkoordinasi dengan kementerian lain dan Bank Indonesia guna menekan inflasi.

"Apalagi ini mendekati Lebaran, kami komitmen menjaga inflasi stabil dan serendah mungkin."

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015, harga premium penugasan dan solar subsidi bisa dievaluasi setiap tiga bulan. Bila perlu, menteri ESDM bisa mengevaluasi harga lebih dari satu kali dalam tiga bulan.

Januari lalu, pemerintah memutuskan harga solar subsidi tetap Rp 5.150 per liter. Sedangkan, harga premium penugasan untuk luar Jawa-Madura-Bali Rp 6.450 per liter.

Berdasarkan itu, seharusnya, pemerintah sudah melakukan evaluasi harga pada Maret. Terlebih lagi, harga minyak terus memanas. Sebagai informasi, dikutip dari CNBC, patokan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) hari ini ditutup 6 sen lebih tinggi ke level USD 49,62 per barel. Sedangkan, harga patokan Brent turun 37 sen ke level USD 51,73 per barel. (mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP