Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sofyan sebut ada 8.000 kasus sengketa lahan di Indonesia

Menteri Sofyan sebut ada 8.000 kasus sengketa lahan di Indonesia Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil. Anggun ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan pihaknya akan terus mencarikan solusi untuk menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian ATR, tercatat ada 8.000 kasus sengketa lahan di Indonesia. Namun demikian dia tidak menjabarkan berapa total luasan lahan yang mengalami konflik.

"Itu sebenarnya tidak banyak karena jumlah tanah terdaftar itu hari ini 52 juta hari ini, bidang. Dan yang berkonflik cuma 8.000 (kasus)," kata Sofyan, di Jakarta, Rabu (31/10).

"Dan pusing kita karena ada ada yang konfliknya 20 sampai 30 tahun," lanjut dia.

Dia mengatakan, dalam upaya penyelesaian sengketa lahan, pihaknya masih menggunakan jalur dialog. Pihak-pihak yang bersengketa diajak bicara untuk mencari solusi.

"Kita coba amicable, (misalnya) saya berkonflik dengan orang, dan BPN panggil dua-duanya, you mau berkonflik sampai kiamat atau cari penyelesaian secara win-win itu banyak yang akan kita selesaikan," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya sertifikasi lahan maka masalah sengketa ini mampu diredam, sebab sertifikat memberikan kepastian serta keabsahan penguasaan lahan oleh masyarakat. Selain itu, salah satu keuntungan yang diperoleh masyarakat dengan sertifikat tersebut adalah mendapatkan akses terhadap perbankan.

"Dampak lain konflik berkurang. Begitu tanah bersertifikat orang enggak akan berani ganggu gugat lain," jelas Sofyan.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP